Ferry Indrasjarief Ingatkan The Jakmania Tak Perlu Lakukan Sweeping

Meski sudah dilarang datang, Bobotoh dikhawatirkan akan ada Bobotoh nekat untuk tetap datang ke stadion mendukung Persib Bandung. Ketua Umum The Jakmania, Ferry Indrasjarief, meminta agar suporter Persija Jakarta tak melakukan sweeping.

Persija menjamu Persib di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Rabu (10/7/2019). Sekitar 12.400 personel keamanan dikerahkan untuk mengamankan jalannya pertandingan baik di dalam atau di luar lapangan.

Seperti pengalaman yang sudah-sudah di setiap pertandingan Persija dan Persib, meski dilarang masih ada suporter di antara kedua tim yang tetap datang ke stadion. Tak jarang, kehadiran mereka menimbulkan malapetaka bagi suporter tersebut.

Ferry mengakui sulit untuk mencegah datangnya suporter yang tidak menggubris imbauan. Oleh karena itu, The Jakmania tidak perlu melakukan aksi sweeping yang bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Apabila ada illegal alliance yang masuk walaupun kami sudah imbau supaya mereka tidak datang, tapi tidak menutup kemungkinan yang namanya orang fanatisme, saya selalu menganjurkan anak The Jak yang pertama tidak usah ada sweeping, fokus nonton Persija,” kata Ferry.

“Karena sweeping itu sudah dilakukan, kalau sweeping itu dari bahasa, orang sunda banyak yang dukung Persija sekarang, dari Cikampek dari Indramayu kemarin saya ke Indramayu ditemuin sama 1000 anggota The Jakmania yang disana, mereka begitu antusias untuk ketemu, dari Cikampek juga ratusan banyak,” dia menambahkan.

“Jadi susah, kalau kami mau sweeping sweeping apa, logat sunda, logat sunda banyak yang dukung Persija. Kemudian KTP, KTP Jawa Barat sudah banyak yang dukung Persija. Jadi saya pikir itu bukan tindakan atau karakter kami lah, The Jak tidak begitu, kami tidak usah melakukan hal-hal seperti itu,” katanya.

Ferry menyakini saat ini The Jakmania jauh lebih dewasa. Mereka kini tidak mudah lagi terprovokasi atau bahkan melakukan tindakan-tindakan anarkis.

“Kalau ternyata nanti ada yang manas-manasin, foto-foto nih gw bisa masuk, biarin ajalah, toh dia masuk tidak menggunakan apa-apa, tidak menggunakan atribut, tidak bisa teriak untuk mendukung timnya,” katanya.

“Nah kalau korlap (koordinator lapangan) sendiri itu udah dibuktikan waktu di Stadion PTIK, ketika ada penyusup di PTIK, korlap langsung cepat daripada di kena sama massa, korlap cepat langsung diamankan, bahkan dibawa ke sekred di kasih makan, lalu dianterin sampai stasiun,” ujar dia.

“Jadi korlap kami semuanya sudah tahu tugas masing-masing, intinya adalah kami sama-sama jaga kepercayaan yang diberikan oleh Persija, terutama oleh pihak kepolisian dan GBK,” dia menegaskan.

Masih ingat dalam ingatan, salah satu suporter Persija Haringga Sirla yang meninggal akibat dikeroyok oknum suporter di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada September lalu. Dia nekat datang ke Bandung meski sudah dilarang.