Arema FC Siap Melantai di Bursa

Arema FC bakal mengikuti jejak Bali United yang melantai di bursa saham. Kesuksesan Bali United tersebut tidak ingin disia-siakan oleh Singo Edan.

General Manajer Arema FC, Ruddy Widodo mengatakan persiapan pelepasan saham ke publik sedang dimatangkan manajemen tim. Manemejen Singo Edan sudah bertemu dengan pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk membicarakan rencana melantai tersebut.

Roadmap dari BEI sudah diterima oleh manajemen Arema FC. Manajemen klub asal Jawa Timur itu sedang mempelajari dan mendikusikan langkah selanjutnya yang lebih serius. Manajemen Arema FC ingin memberikan yang terbaik untuk klub dan pengembangan klub ke depannya.

“Ada beberapa hal yang mesti Arema lengkapi, kita persiapkan sebaik mungkin,” kata Ruddy ketika dihubungi Republika.co.id, Ahad (7/7).

Internal manajemen Singo Edan sedang bekerja melengkapi kekurangan yang harus dilengkapi. Oleh karena itu, kata Ruddy, klub tidak bisa memastikan kapan Arema FC akan secara resmi melantai di bursa. Namun, yang pasti Ruddy ingin secepatnya hal tersebut terlaksana.

Ruddy juga belum bisa mengungkapkan berapa lembah saham yang akan dilepas ke publik karena masih dalam pembicaraan internal. Klub, lanjut Ruddy, melihat potensi Arema FC meraup dana segar dari initial public offering (IPO) sangat besar.

Dari sisi jumlah penonton yang hadir ke stadion ketika pertandingan sangat besar dan Aremania yang ada di seluruh dunia. Selain itu, potensi besar lainnya datang dari para investor yang melihat bahwa klub asal Malang ini ke depannya bisa berkembang semakin besar.

“Ini (dana IPO) yang pasti untuk pengembangan korporasi itu dan tentunya menaikkan prestasi,” kata Ruddy ketika ditanya peruntukkan dana IPO.

Ruddy menjelaskan, alasan Arema FC mengambil langkah melantai ke bursa saham. Menurut dia, semua korporasi menginginkan sahamnya diperdagangkan di bursa saham. Termasuk klub sepak bola yang saat ini tidak lagi seperti dulu. Dia mencontohkan klub sepakbola sekarang ini harus berbadan hukum perseroan terbatas (PT).

Media officer Arema FC, Sudarmaji menambahkan, manajemen tak menampik langkah yang diambilnya karena kesuksesan Bali United. Serdadu Tridatu, jululukan Bali United membuktikan sepak bola bisa menjadi industri olahraga dan tontonan yang dapat dikembangkan.

Arema FC yang dibangun secara kultural, kata Sudarmaji diyakini menjadi potensi memperoleh IPO yang besar. “Sense of belonging warga Malang Raya terhadap Arema FC sangat besar,” kata Sudarmaji.

Sudarmaji mengungkapkan diskusi internal masih berjalan mengenai persiapan melantai di bursa termasuk arah pengembangan ke depannya. Namun yang pasti, jelasnya, Arema FC memiliki modal brand asset yang bisa menjadi modal awal IPO. Dia menegaskan, klub serius untuk melantai ke bursa.

Selain Arema FC, dua klub Tanah Air lainnya dikabarkan juga akan mengikuti langkah Bali United. Mereka adalah Persija Jakarta dan Persib Bandung. Dua klub raksasa Indonesia itu rencananya akan mulai melepas sahamnya ke publik tahun ini.