Pentingnya Peran Keluarga dalam Kebangkitan Amido Balde

Amido Balde telah berhasil bangkit dari keterpurukan. Striker Persebaya Surabaya itu mampu mencetak hattrick ke gawang Persib Bandung dalam duel yang berakhir 4-0 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (7/7/2019).

Itu merupakan hattrick pertama yang dicetak oleh Amido dalam Shopee Liga 1 2019. Kebangkitannya ini tidak lepas dari peran keluarganya. Istri dan kedua anaknya, yaitu Fernanda, Aixa, dan Josue, kini ikut tinggal bersamanya di Surabaya.

Mereka bertiga sempat tidak ikut Amido yang mulai mengawali karier di Indonesia. Ketiganya kemudian mulai tinggal di Surabaya setelah tiba pada akhir April lalu.

“Keluarga sangat penting buat saya karena kalau Anda pulang ke rumah dan berjumpa dengan keluarga, mental akan terbangun dan menambah kekuatan. Kadang orang bilang bagus atau buruk, saya harus tetap fokus dalam pekerjaan ini,” kata Amido.

Striker asal Guinea-Bissau itu sempat menjadi pujaan Bonek, pendukung Persebaya, pada awal kedatangannya. Itu berkat penampilan apiknya selama Piala Indonesia 2018 dengan mencetak 10 gol hanya dalam tiga pertandingan.

Berikutnya, Amido Balde menghadapi cobaan yang tidak mudah bersama Persebaya. Dia gagal mencetak gol sejak final Piala Presiden 2019. Berbagai cercaan mengarah kepadanya karena gagal menjadi striker andalan.

Amido berusaha tabah menghadapi banyak kalimat negatif yang mengarah kepadanya. Tapi, dia sadar bahwa semua itu terjadi karena Bonek ingin dia semakin lebih baik.

“Coach (Djadjang Nurdjaman) membawa saya ke sini, dan dia senang dengan saya. Saat saya tidak bisa memberikan yang terbaik, saya menangis. Saya tahu ada orang yang membantu saya,” ucap Amido.

“Saya tahu Bonek menyukai saya. Kalau tidak, mereka tidak akan menyapa saya. Ketika mereka melakukan itu, saya ingin melakukan lebih. Saya berterima kasih untuk itu,” imbuh pemain berusia 28 tahun itu.

Amido berusaha bangkit setelah mendengar tekanan dari Bonek. Keluarganya berusaha menguatkannya dan menambah motivasinya. Dia juga tidak ingin menyerah.

“Saya ke sini untuk membantu Persebaya. Saya ingin memberikan sesuatu untuk keluarga dan semuanya,” ujar mantan pemain Celtic itu.