Tertidur Satu Detik Buat Madura United Gagal Ke Final

Harapan Madura United untuk lolos ke final Piala Indonesia 2018/19 harus pupus. Itu setelah, mereka kalah agregat gol tandang dari PSM Makassar dalam dua leg semi-final.

Pada leg kedua di kandang sendiri, Minggu (7/7) petang, sebenarnya Madura United berhasil menang dengan skor 2-1. Namun hasil itu belum cukup, lantaran pada leg pertama di kandang PSM, Laskar Sape Kerrab takluk dengan skor 1-0.

Gol bek PSM, Aaron Evans, pada menit akhir pertandingan sangat disayangkan pelatih Madura United, Dejan Antonic.

“Kami semua sedih sebelum pertandingan selesai kami tidak fokus. Satu umpan silang, dan kami tertidur satu detik di belakang. M. Ridho sudah loncat tetapi bola kena tiang dan (Aaron) Evans berada di depan pemain dan bola rebound masuk dari jarak dua meter. Kami harus disiplin soal siapa-siapa yang menjaga, harus sampai mati di sana sampai bola dihalau,” ujar Dejan, selepas pertandingan.

“Sebelum itu, kami ada peluang untuk menyelesaikan laga tetapi tidak gol. Anak-anak kerja keras untuk Madura mungkin sampai menit 83, dan itu berat sekali. 80 menit kerja keras, kontrol permainan, dan tidak ada masalah apapun. Satu detik kami tertidur dan kemasukan gol yang mudah. Jika dari kombinasi tidak apa-apa tetapi kalau seperti ini terlalu mudah.”

“Harga (yang harus dibayar) hari ini besar sekali. Saya tidak bisa bilang apapun ke pemain, kami harus belajar dari ini. Minta maaf kepada semua orang yang mendukung,” tambahnya.

Lebih lanjut, pelatih asal Serbia ini enggan putus asa, setelah gagal untuk membawa timnya meraih juara dalam dua turnamen yang diikuti. Sebelumnya, mereka juga gagal di Piala Presiden 2019 pada babak semi-final.

“Kami memang dua kali gagal, tetapi tim ini 80 persen pemainnya baru semua. Di sini kami cuma ada Beto (Goncalves) dan Jaimerson (Xavier) yang punya trofi liga, pemain lain tidak ada. Semua baru tetapi anak-anak bisa belajar dari ini,” ujar Dejan.

“Kami bisa bilang, semua pemain kerja bagus di lapangan. Kalau ada sedikit waktu, kami bisa masuk ke final. Berat sepakbola yang seperti ini, hasil tidak kalah dan kamu menang, tetapi tidak lolos ke final. Kami tidak mau jatuh lebih dalam lagi, kami harus keluar dari situasi ini dan fokus sekarang ke liga,” pungkas mantan pelatih Persib Bandung itu.(gk-62)