Dikalahkan PSMS Medan, Perserang Serang Kecam Wasit

Pelatih Perserang Serang Jaya Hartono mengecam kepemimpinan wasit yang mengakibatkan tim besutannya dikalahkan PSMS Medan 3-2 pada pertandingan pekan keempat Liga 2 2019 di Stadion Teladan kemarin sore.

Jaya menyoroti keputusan wasit yang tidak memberi hadiah penalti kepada timnya. Menurut Jaya, ada pemain PSMS melakukan handball di kotak terlarang di babak kedua, namun diabaikan pengadil lapangan.

“Pertandingan sebenarnya sangat menarik terutama, babak pertama. Kedua tim saling menyerang. Babak kedua, kami dikejutkan dengan gol yang begitu cepat sehingga pemain sedikit down, sehingga 15 menit terjadi tiga gol,” kata Jaya.

“[Kesalahan] Yang tipis-tipis wajar, tapi harusnya ada penalti. Itulah kendala kita kalau main di away. Lebih parah waktu di Palembang kemarin. Jelas-jelas penalti sampai pemain disikat dua orang, tapi tidak penalti. Sepakbola kita mau dibawa kemana? Liga 2 ini cikal bakal ke Liga 1. Sekarang ada handball, ada ballhand.”

Di lain kubu, pelatih PSMS Abdul Rahman Gurning mengutarakan, timnya bermain buruk di babak pertama, terutama karena dikagetkan gol cepat lawan. Gurning lalu melakukan perubahan besar dengan memainkan tiga debutan, seperti Natanel Siringoringo, Eki Fauzi, Kesuma Satria dan Yudha Rizki.

“Kami bersyukur dengan kemenangan ini setelah kecolongan. Saya sangat mengapresiasi pemain yang sudah berjuang mati-matian. Sesuai janji kami harus menang. Saya instruksikan sama anak-anak jangan terus menunggu. Akhirnya di babak kedua berubah total,” tutur Gurning.

“Tadinya kami bingung dengan banyaknya pemain enggak bisa main. Tapi mereka bisa menjalankannya dengan baik, dan beberapa pemain terpaksa main di luar posisinya. Pemain yang belum pernah turun seperti Eki bisa cetak dua gol. Selain itu, Natanael dengan kecepatannya jadi salah satu kunci kemenangan.” (gk-71)