JPU: Rusak Barang Bukti, Joko Driyono Dituntut Dua Tahun

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menutut Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono sebagai terdakwa kasus perusakan barang bukti pengaturan skor sepakbola tanah air. JPU menuntutnya dengan kurungan dua tahun dan enam bulan penjara.

Hukum itu akan dikurangi dengan masa penahanan Joko Driyono. Jaksa Penuntut Umum Sigit Hendardi menyatakan pria yang akrab disapa Jokdri tersebut terbukti bersalah dalam kasus itu karena dengan sengaja merusak barang bukti pengaturan skor yang sedang dalam penguasaan Satgas Antimafia Bola.

“Terbukti secara sengaja merusak dan membikin tak dapat dipakai barang-barang yang dapat meyakinkan sesuatu di muka sidang. Oleh karena itu, tim jaksa menjatuhkan hukuman dua tahun dan enam bulan dikurangi masa penahanan,” kata Jaksa Penuntut Umum, Sigit Hendardi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (4/7).

Ada pun pasal-pasal yang dilanggar oleh Joko Driyono adalah pasal 235 juncto, 231 junto 55 ayat 1.

Menanggapi tuntutan JPU tersebut, kuasa hukum Joko Driyono lantas tak menerimanya. Mereka meminta waktu satu minggu untuk mengajukan kemudian meminta dan mengajukan pledoi kepada Majelis Hakim.

Oleh karena itu, sidang bakal dilanjutkan dengan pembacaan pledoi dari tim penguasa hukum dan Joko Driyono sendiri sebagai terdakwa. Sidang lanjutan itu akan dilanjutkan pekan depan.

“Maka untuk selanjutnya akan menggunakan hak kami untuk membaca pledoi dari penasehat hukum dan terdakwa juga menyampaikan pembelaan secara pribadi,” ujar Kuasa Hukum Joko Driyono, Mistofa Abidin dalam persidangan.[]