Nama & Logo Bermasalah, PSMS Medan Ditinggal Sponsor

PSMS Medan kembali terkendala finansial setelah salah satu sponsornya mengundurkan diri akibat polemik nama dan logo klub. Hal itu diungkapkan sekretaris klub Julius Raja.

Pengunduran diri Indomie menjadi sponsor PSMS disebabkan mereka harus berurusan dengan hukum akibat ada gugatan dari PT Pesemes. Mereka mengklaim sebagai pemilik sah logo, dan terdaftar di Kemenkumham sebagai pihak pelapor. Sementara PT Kinantan Medan Indonesia yang menaungi PSMS sejak 2015 masih diakui PSSI.

“Hampir semua sponsor PSMS medan sudah menarik diri. Mereka dipanggil Polda [Sumut] untuk dimintai keterangan terkait nama dan logo PSMS yang diklaim pihak sebelah [PT Pesemes]. Tadi mereka minta [logo sponsor] dicabut dan dibatalkan, karena mereka tidak mau berurusan dengan pihak polisi,” tutur Raja.

“Ini rumit, karena liga sudah berjalan. Laga home tanggal 2 Juli nanti di jersey sudah dicabut logo sponsornya, meski jersey sudah dicetak. Padahal keputusan sidang [perdata] di pengadilan negeri adalah NO [Niet Ontvankelijke Verklaard]. Artinya tidak satu pihak pun yang menang.”

Kondisi ini membuat PSMS terancam tidak mempunyai sponsor di musim 2019. Raja tidak habis pikir dengan sikap Syukri Wardi dkk. Dia mempersilakan untuk mengelola PSMS jika merasa mampu dan punya dana, serta mendapat izin Penasihat PSMS sekaligu Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

“Kalau dia mampu dan bisa urus, ya silakan saja. Baik-baik bilang ke Pak Edy. dan biar kami mundur, jangan PSMS dirusak dan diganggu. Ini kan sedang kompetisi, Pastinya terganggu. Kasihan pemain,” cetus Raja. (gk-71)