Marko Simic Usung Misi Mengawinkan Gelar Liga 1 dengan Piala Indonesia

Gelar Liga 1 2018 belum membuat penyerang Persija Jakarta, Marko Simic, puas. Kini, pemain asal Kroasia itu membidik titel Piala Indonesia 2018. Turnamen yang telah digelar sejak tahun lalu itu akan memasuki babak semifinal.

Di semifinal, Persija Jakarta bertemu Borneo FC. Tim ibu kota akan menjadi tuan rumah lebih dulu pada leg pertama yang rencananya digelar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Sabtu (29/6/2019).

Simic absen membela Persija Jakarta di Piala Indonesia 2018 sejak babak 16 besar. Striker berusia 31 tahun ini tersangkut kasus dugaan pelecehan seksual dan terpaksa menetap di Australia selama beberapa bulan.

Itulah mengapa motivasi Simic meningkat untuk membawa tim berjulukan Macan Kemayoran ini berprestasi di Piala Indonesia 2018. Target mengawinkan dengan gelar Liga 1 musim lalu menjadi harapannya.

“Ini menurut saya adalah salah satu partai besar yang akan kami jalani setelah saya kembali. Kami memiliki kesempatan bermain di semifinal Piala Indonesia. Ini adalah trofi yang belum kami raih karena merupakan turnamen baru,” ujar Simic.

“Saya sangat antusias, termotivasi, dan positif untuk bermain di turnamen ini. Apalagi bermain di depan banyak The Jakmania, dan ini tentunya juga laga menarik bagi kami. Sangat menantikan untuk bisa meraih hasil bagus dan pastinya ingin lolos ke partai final,” kata eks pemain Melaka United di Liga Super Malaysia itu.

Lantaran kasusnya di Australia memakan waktu lama, Simic terpaksa meninggalkan pertandingan Persija di Piala Indonesia 2018 dan Piala AFC 2019. Kini setelah bebas, penyerang yang mengemas 18 gol di Liga 1 2018 tersebut berjanji untuk memberikan penampilan terbaik.

“Tahun ini saya kehilangan banyak pertandingan, tidak hanya di kompetisi ini saja. Tapi, sekarang saya kembali ke kota saya, Jakarta. Saya kembali ke Persija. Saya yakin akan ada waktu tim kembali bermain lebih baik lagi,” tutur pemain kelahiran Rijeka, Kroasia, itu.

Persija lolos ke semifinal Piala Indonesia 2018 setelah mengatasi Bali United. Kedua tim memang imbang 2-2 secara agregat, namun Macan Kemayoran unggul gol tandang setelah menang 1-0 dan kalah 1-2.

“Pada perempat final, ada gol yang sangat penting yang dicetak Ismed Sofyan melalui titik penalti. Penalti bagus dari Ismed, dia sangat tenang dan ia menunjukkan karakter yang bagus untuk memimpin kami lolos ke semifinal, dan tentunya memberikan kesempatan saya bisa bermain di semifinal. Saya menonton laga itu, seperti biasa. Tentunya saya senang ketika kami menang,” ungkap Simic.