Geliat Tira-Persikabo dan Titik Balik Karier Rahmad Darmawan

Mengalami pasang-surut karier kepelatihan pasca-kembali ke Liga Indonesia, Rahmad Darmawan perlahan mulai bangkit dan mampu membawa timnya Tira-Persikabo tampil apik di Shopee Liga 1 2019.

Performa mengejutkan dialami sejumlah tim di Liga 1 2019 hingga pekan kelima, mulai dari tampil melempem meski dihuni pemain berkualitas, sampai skuat pas-pas tapi bisa tampil melejit.

Salah satunya adalah Tira-Persikabo. Klub yang awalnya bernama PS TNI dan belakangan merger dengan Persikabo ini secara mengejutkan mampu merangsek ke papan atas klasemen.

Saat ini, Tira-Persikabo menduduki peringkat ketiga klasemen sementara Liga 1 2019 dengan perolehan delapan poin, hasil dua kali menang dan dua kali imbang.

Pencapaian ini bisa dibilang fenomenal mengingat sebelum kompetisi persiapan Tira-Persikabo tidak begitu maksimal karena tidak banyak mendatangkan pemain bintang, seperti tim-tim besar lain.

Kendati demikian, ternyata Tira-Persikabo mampu berbicara banyak ketiga Liga 1 2019 bergulir, karena sejauh pekan kelima ini mereka belum pernah merasakan pahitnya kekalahan.

Performa apik klub berjulukan Laskar Padjajaran itu juga tak terlepas dari tangan dingin pelatih Rahmad Darmawan yang sekaligus menjadi titik balik karier pria berusia 52 tahun itu kancah sepak bola nasional.

Alami Pasang Surut Karier Kepelatihan

Seperti diketahui, pria yang akrab disapa RD itu sempat mengalami pasang-surut karier kepelatihan ketika kembali ke Liga Indonesia pasca-meninggalkan klub Malaysia, T–Team FC, pada November 2017.

Padahal, RD sempat disebut-sebut akan berlabuh ke Persib Bandung sebelum akhirnya kembali melatih eks klubnya, Sriwijaya FC, dengan skuat Los Galaticos untuk Liga 1 2018.

Namun CLBK (cinta lama bersemi kembali) sang pelatih bersama Sriwijaya tidak berjalan mulus. Pertengahan musim, RD gagal mengangkat performa timnya dan mundur karena sejumlah masalah internal yang dialami Sriwijaya.

Pasca-mundur dari Laskar Wong Kito, Rahmad Darmawan dikontrak Mitra Kukar dengan target lolos dari zona degradasi. Lagi-lagi RD gagal memenuhi target.

Naga Mekes tidak bisa keluar dari zona merah, dan harus turun ke Liga 2. Hal tersebut membuat kualitas RD sebagai salah satu pelatih terbaik di Indonesia sedikit tercoreng.

Kemudian mantan pelatih yang pernah membawa Sriwijaya double winner itu memutuskan hengkang dari Mitra Kukar, menuju Tira-Persikabo awal 2019 lalu.

Mampu Bangkit

Perlahan tapi pasti, RD bisa memperbaiki citra dan membawa tim yang ia tangani tampil apik. Raihan dua kemenangan dan dua hasil imbang hingga pekan kelima Liga 1 2019 adalah buktinya. 

Meski begitu, Rahmad Darmawan memilih merendah, dengan pencapian apik yang dialami timnya. Hal itu tidak lepas dari faktor keberuntungan. 

Selain itu, Rahmad Darmawan menilai ujian berat baru datang di pekan-pekan selanjutnya, ketika timnya melakoni tiga laga tandang beruntun ke markas  Arema FC (29 Juni), Bhayangkara FC (4 Juli), dan Semen Padang (8 Juli).

“Menurut saya, sampai pada pertandingan keempat ini Tira-Persikabo belum teruji. Tim baru teruji ketika mengalami kekalahan dan bagaimana mereka untuk mencoba bangkit dari kondisi tersebut,” ujar RD usai menang aras Persipura, Minggu (23/6/19).