Setelah Habiskan Dana Rp300 Juta, Semen Padang Harus Bayar Denda Rp100 Juta

Kesempatan Semen Padang menjamu Persib pada pekan ketiga Liga 1 2019 di Stadion H. Agus Salim, Padang, Rabu (29/5/2019), berbuntut panjang. Pasalnya, karena laga itu Semen Padang didenda Rp100 juta.

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan hukuman tersebut karena adanya penyalaan cerawat atau flare yang dilakukan oleh suporter di laga tersebut. Bagi manajemen Semen Padang, kondisi ini dinilai sangat merugikan.

Terlebih lagi, tim berjulukan Kabau Sirah itu habis mengeluarkan dana sebesar Rp300 juta untuk perbaikan lampu sebelum menjamu Persib.

“Denda ini tentunya terasa berat untuk kami karena saat ini tim membutuhkan dana yang tidak sedikit. Selain itu, kami pun sedang dalam pengeluaran besar-besaran, untuk memperbaiki stadion dan lampu,” tutur CEO Semen Padang, Rinold Thmarin di situs resmi klub.

Ke depannya, Rinold berharap tak ada lagi suporter yang membawa cerawat.

“Kami tentunya berharap jangan ada lagi yang membawa flare, kembang api, atau petasan karena penyelenggara kompetisi sangat serius dan tegas. Pelanggaran yang dilakukan suporter pastinya yang menanggung akibatnya adalah tim,” katanya melanjutkan.

Beranjak dari momen tak mengenakkan itu, manajemen akan berkomunikasi lebih intensif dengan suporternya.

“Kami akan menugaskan koordinator fans untuk melakukan pertemuan dengan seluruh kelompok suporter. Kami tentunya meminta ketegasan dari suporter untuk tidak mengulangi lagi kejadian ini. Kita mengetahui dukungan dari suporter sangat berpengaruh kepada tim, untuk itu kita berharap suporter memberikan dukungan dalam bentuk hal positif,” ucapnya.