PSS Sleman Tunjuk Eks Ketua Panpel Jadi Manajer Tim

Manajemen PT Putra Sleman Sembada (PSS) yang menaungi klub PSS Sleman secara resmi menunjuk Soedibyo menjadi manajer tim, menggantikan Retno Sukmawati yang mengundurkan diri, beberapa waktu lalu.

Perkenalan manajer tim tersebut disampaikan CEO PSS, Viola Kurniawati, dalam jumpa pers di kawasan Gejayan, Kabupaten Sleman, Selasa (17/6). Viola mengatakan, penunjukkan Soedibyo memiliki alasan yang kuat, karena manajemen menginginkan sosok yang konsisten dan mengerti persoalan sepakbola di Sleman.

“Ibaratnya, PSS ini seperti rumah. Satu rumah harus kompak, solid, saling berkomunikasi, dan satu visi misi yang sama. Dinamika sepakbola saat ini tidak seperti dulu mengandalkan sosok seseorang. Saat ini lebih pada kerja bersama,” kata Viola.

Dia menambahkan, siapa pun yang menjadi manajer harus memahami jika nama PSS lebih besar dari siapa pun. Sebelum menunjuk Soedibyo, manajemen memiliki lima kandidat kuat mengisi jabatan yang ditinggalkan Retno.

“Terpenting, tugas manajer bagaimana mengola tim, pemain, merancang tim, dan berkomunikasi dengan jajaran manajemen dan suporter, serta menjaga kondusivitas dalam tim,” tambahnya.

Menurut Viola, setiap orang bisa berpendapat, menilai seseorang, dan meragukan kinerja. Namun jika orang tersebut menunjukkan kinerja dan kerja keras yang baik, harus sama-sama didukung.

“Pak Dibyo bukan nama asing lagi bersama PSS. Liga 1 pasti sangat berbeda dengan Liga 2. Lawan juga memiliki level yang berbeda, sehingga pengelolaan klub harus benar-benar dikelola secara profesional dengan dukungan dari berbagai pihak,” jelas Viola.

Sosok Soedibyo memang sudah tidak asing lagi bagi PSS. Dia pernah menjabat Komisaris PT. PSS pada 2012 dan 2013 sekaligus ketua panpel saat Divisi Utama. Musim 2019, Soedibyo kembali bersama manajemen Super Elang Jawa dengan nuansa berbeda.

“Bagi saya ini amanah yang harus saya kerjakan. Perkembangan sekarang sudah jauh berbeda. Manajemen sudah tertata, suporter juga sangat bersemangat mendukung tim, memiliki skuad yang luar biasa. Berbeda jauh saat saya masih di manajemen pada musim 2012-2013,” terang Soedibyo.

Dia berharap PSS di bawah kendalinya bersama jajaran manajerial tetap berjaya dan bersaing di pentas Liga 1, serta bersinergi dengan suporter untuk memajukan tim Super Elang Jawa.

“Untuk kejayaan PSS, saya membutuhkan dukungan semua elemen, baik tim pelatih, pemain, manajemen, suporter, dan stakeholder. Sampai saat ini progress tim sangat bagus untuk tim promosi. Kami akan tingkatkan di pertandingan selanjutnya,” tutur Soedibyo.(gk-18)