Didenda Komisi Disiplin, PSIS Semarang Naikkan Harga Tiket

Denda ratusan juta rupiah yang didapat PSIS Semarang membuat manajemen klub mengingatkan janji suporter untuk membayar sanksi komisi disiplin (Komdis) itu secara patungan.

PSIS mendapatkan total denda sebesar Rp175 juta akibat perilaku buruk oknum suporter saat menjamu Persija Jakarta, dan tandang ke markas Persebaya Surabaya. Sikap tidak terpuji kala menjamu Persija berbuah denda Rp100 juta, sedangkan sisanya di kandang Persebaya.

Saat menjamu Persija, oknum suporter di tribune barat melempar botol. Sedangkan penonton di tribun selatan dan barat bagian selatan menyalakan kembang api. CEO PSIS, AS Sukawijaya, mengutarakan, untuk membayar denda tersebut, manajemen akan menaikkan harga tiket pertandingan kandang.

“Kami menyayangkan adanya pelemparan botol dan penyalaan kembang api yang dilakukan pada pertandingan tersebut. Sekarang suporter iuran untuk bayar denda,” kata pria yang akrab disapa Yoyok itu melalui laman resmi klub.

Pembayaran denda dibayarkan dengan beberapa cara. Denda Rp50 juta dibebankan di tribune barat untuk insiden pelemparan botol. Denda Rp50 juta untuk penyalaan kembang api dibebankan kepada Panser Biru sebanyak Rp25 juta dengan menaikkan tiket tribune selatan, dan Rp25 juta lainnya di tribune barat selatan.

Sementara itu, ketua Panser Biru, Wareng, mengimbau suporter tidak membawa kembang api, petasan, dan lainnya. Namun Wareng menampik pelemparan botol saat tandang ke Surabaya dilakukan anggotanya.

“Masalah petasan itu, karena bertepatan dengan puasa, jadi masih banyak yang bawa petasan. Untuk ke depan akan kami imbau supaya tidak bawa kembang api, petasan, dan lainnya,” ujar Wareng.

“Untuk laga lawan Persebaya yang melakukan pelemparan adalah oknum suporter Persebaya. Oknum tersebut melempar ke lapangan. Kami punya videonya.”