Setelah Yanto Basna, Giliran Maldini Pali Ikut Laporkan Sriwijaya FC

Setelah Yanto Basna, kini giliran Maldini Pali juga melaporkan Sriwijaya FC terkait masalah tunggakan gaji pemain.

Melalui sebuah surat tulisan tangan, Maldini Pali melaporkan kasus tunggakan gaji yang masih belum didapatkan dari masa baktinya bersama Sriwijaya FC pada musim 2017.

Surat itu ditujukan Maldini Pali kepada Ketua APPI, Ponaryo Astaman serta Ketua Umum BOPI, Richard Sam Bera.

Gerah kasusnya sudah hampir berlalu dua tahun, Maldini Pali memberanikan diri untuk melaporkan kasus tunggakan haknya yang ditahan Sriwijaya FC.

“Benar, katanya sih masih dalam tahap proses (pencairan). Saya dan Yanto Basna masih belum mendapatkannya,” kata Maldini Pali kepada wartawan.

“Saya dan Yanto Basna, mengikuti jalurnya saja. Apa yang diarahkan APPI, kami ikuti,” ujarnya menambahkan.

Dalam surat pemain yang kini memperkuat Kalteng Putra itu, klub lamanya yang berjulukan Laskar Wong Kito punya utang kepadanya sebesar Rp 90 juta.

Rinciannya, dana down payment (DP) 12,5 persen berjumlah Rp 60 juta, plus tunggakan gaji Juni 2017 sebesar Rp 30 juta.

Kasus penunggakan gaji seolah menjadi hal yang melekat kepada klub asal Palembang ini.

Sebelumnya, mereka juga sempat menunggak gaji 28 pemainnya pada musim 2018 yang akhirnya dilunasi belum lama ini.

Hal ini mulai mencuat setelah Sriwijaya FC mengalami masalah kesulitan dana pada pertengahan Liga 1 2018.

Sejumlah pemain penting seperti Hamka Hamzah, Makan Konate, hingga Alvin Tuasalamony akhirnya pun hijrah ke klub lain.

Kini, klub yang bermarkas di Stadion Gelora Sriwijaya itu terdegradasi dan akan bermain pada Liga 2 untuk musim 2019.