Nuansa Religi Bakal Warnai Launching Tim PSIM Yogyakarta

PSIM Yogyakarta bakal menggelar acara peluncuran tim dan jersey mereka untuk Liga 2 musim ini secara sederhana di Pendapa Balaikota Yogyakarta, Selasa (18/6) malam. Manajemen PSIM mengungkapkan akan mengedepankan nuansa religi dalam acara tersebut.

CEO PSIM, Bambang Susanto, mengatakan nuansa religi dipilih karena manajemen Laskar Mataram masih dalam suasana berduka setelah media officer PSIM, Robertus Sumiarno, meninggal dunia karena serangan jantung, Sabtu (15/6).

“Launching tim tidak perlu berpesta, karena baru saja Pak Rob meninggal dunia. Nuansa religi dengan pengajian dan bakti sosial ke panti asuhan menjadi pilihan tepat. Manajemen sepakat memilih doa bersama dan beramal untuk rangkaian acara launching tim,” kata Bambang.

Rangkaian launching sudah diawali sejak Minggu (16/6), dengan ziarah ke makam raja-raja di Imogiri. Lalu Selasa (18/6) sore, akan digelar doa bersama sekaligus bakti sosial bersama anak yatim piatu di Wisma PSIM. Pada malam harinya, acara launching tim digelar di Pendapa Balaikota Yogyakarta, pukul 18.30 WIB.

“Acara memang tidak terbuka untuk umum, tetapi kami berharap doa dan dukungan warga Yogyakarta untuk perjuangan PSIM berkompetisi di Liga 2 dan sukses promosi ke Liga 1. Perwakilan suporter tetap kami undang untuk acara launching tim,” tambah pengusaha asal Semarang yang kini berdomisili di Jakarta tersebut.

Bambang mengatakan, jersey musim ini tidak menggandeng brand apparel seperti musim sebelumnya. Namun musim ini Cristian Gonzales dan kawan-kawan dibekali jersey produksi dari PSIM sendiri dengan label PSIM Apparel.

“Untuk jersey kompetisi, memang belum kami rilis di store. Setelah launching baru kami rilis dan suporter bisa mendapatkan di store kami,” kata Bambang.

Musim ini Laskar Mataram berkekuatan 28 pemain dengan diperkuat dua pemain naturalisasi berlabel bintang, yakni Cristian Gonzales dan Raphael Maitimo. Bukti keseriusan promosi ke Liga 1, manajemen juga menggandeng juru taktik timnas Indonesia U-23, Indra Sjafri sebagai konsultan dengan fokus pada pembinaan usia muda.(gk-18)