Rebut Juara Grup, Skuad Garuda Muda Wajib Kalahkan Irak

Mengalahkan Irak menjadi target utama tim Indonesia pada laga kedua AFC U-20 Futsal Championship 2019, hari ini. Kemenangan akan memastikan skuad Garuda Muda mengamankan posisi juara grup sehingga terhindar dari tim kuat Jepang di babak 8 Besar. Tiket ke babak knock out sudah dalam genggaman tim nasional futsal Indonesia U-20.

Kemenangan telak 6-3 atas Taiwan memastikan Muhammad Sanjaya mencapai prestasi dua tahun lalu ketika lolos ke babak 8 Besar di Thailand. Di fase gugur, dua wakil Grup C sudah menunggu skuad Garuda Muda, Jepang dan sesama tim asal Asia Tenggara, Vietnam. Saat ini, tim Negeri Matahari Terbit berada di posisi pemuncak klasemen sementara berkat kemenangan perdana atas Tajikistan.

Vietnam menyusul di peringkat kedua. Berdasarkan regulasi turnamen, juara Grup D akan bertemu dengan runner up Grup C. Sementara, peringkat dua akan berhadapan juara Grup C. Agar tidak bertemu Jepang, Muhammad Sanjaya wajib memenangkan laga kontra Irak yang kembali digelar di Sharifi Indoor Stadium, Tabriz, Iran.

Jika skenario ini berjalan lancar, Vietnam akan menjadi lawan Indonesia pada babak 8 Besar. Jika menilik pertemuan terakhir kedua tim pada kualifikasi zona ASEAN, pertandingan berakhir imbang 3-3. Hasil ini sedikit banyak menjadi gambaran pada babak knock out nanti.

Sebaliknya, Indonesia akan menghadapi Jepang jika gagal menaklukkan Irak. Berkaca pada pertemuan terakhir pada ajang CTFA U-20 Futsal Invitation 2019, tim Merah Putih harus mengakui keunggulan dengan skor 1-3. Hasil minor ini patut menjadi perhatian jika tidak ingin lebih dini bertemu Jepang. Karena itu, Garuda Muda bertekad mengalahkan Irak yang saat ini menjadi pemuncak klasemen setelah pada laga perdana menaklukkan Taiwan 5-2.

Selisih kemasukan gol ini pula yang membuat skuad besutan Ali Talib Muhammad itu berhak berada di puncak klasemen Grup D. “Kami berharap bisa tampil lebih baik lagi dalam pertandingan melawan Irak. Kelemahan yang masih terlihat akan menjadi bahan evaluasi pelatih untuk meningkatkan performa tim,” jelas Kensuke Takahashi.

Meski demikian, bukan pekerjaan mudah untuk menaklukkan Irak yang notabene merupakan runner up dua tahun lalu. Motivasi untuk menebus kegagalan dua tahun lalu saat dikalahkan Iran di Bangkok, Thailand wajib diwaspadai Muhammad Sanjaya dkk dalam laga nanti. Modal pemain yang bermain di kompetisi futsal tertinggi menjadi senjata utama dalam turnamen ini.

Sejauh ini, Aseen Hussein Mohsin Al-Moha menjadi pemain yang patut diwaspadai. Sumbangan dua gol pada laga perdana menjadi pembuktian ketajamannya. “Melawan Irak, pemain tidak boleh gugup seperti dalam laga kontra Taiwan. Itu bisa menjadi masalah dalam turnamen seperti ini. Laga nanti memantg tidak akan berjalan mudah karena lawan adalah runner up sebelumnya. Tapi, kami hanya harus menjaga fokus dan bermain baik untuk memenangkan pertandingan,” tambahnya.

Di sisi lain, pelatih Irak Ali Talib Muhammad menilai pertandingan melawan Indonesia ibarat partai final bagi anak asuhnya. Dia memastikan pemainnya akan menjaga fokus untuk memuluskan misi mengamankan juara grup sekaligus menjaga asa meraih gelar juara turnamen.

“Seperti saya katakan sebelumnya, semua pertandingan adalah Indonesia termasuk melawan Indonesia. Pemain kami sudah melakukannya dengan sangat baik pada pertandingan pertama. Kami akan kembali menunjukkannya di laga kedua,” jelasnya. Muhammad optimistis bisa menaklukkan Indonesia.

Alasannya, Irak adalah salah satu tim terkuat di Asia dan timnya dihuni pemain yang kini berkiprah di liga tertinggi. “Pemain kami sangat percaya diri menghadapi turnamen ini. Seperti yang saya katakan sebelumnya, kami akan memainkan setiap pertandingan seperti itu adalah final,” tambahnya.

Sementara itu, dalam laga kontra Taiwan, Indonesia menampilkan performa meyakinkan. Kendati pada menit pertama Taiwan langsung mengambil inisiatif menyerang, namun hal tersebut tidak cukup untuk membawa mereka melaju ke babak knock out. Sebaliknya, Garuda Muda langsung memimpin lewat gol Afif Rizky saat pertandingan baru berjalan tiga menit meski sempat disamakan Fu Wei-Da.

Abdusalam kembali membuat Indonesia pada menit keenam dan ditambah gol penalti Filippo Inzaghi. Taiwan sempat memperkecil ketertingalan melalui Sun Chi Yuan pada menit ke-11 dan kembali dibalas Muhammad Sanjaya di menit ke-15. Di paruh kedua, Sanjaya kembali ,menyumbang gol keduanya.

Taiwan sempat mengejar eksekusi tendangan bebas Chen Ching Hsuan setelah Ahmad Habibie diganjar kartu merah. Namun, gol Ahmad Sanjaya kembali melebarkan jarak sekaligus membuatnya mencetak hattrick di laga ini dan menutup pertandingan dengan skor 6-3.