Liga 2 2019: AFC Sosialisasi ‘Laws Of The Game’ Terbaru Ke Wasit Indonesia

PSSI kembali menggelar penyegaran dan seleksi perangkat pertandingan untuk Liga 2 2019. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Fame, Gading Serpong, Tangerang, Selasa (11/6), itu dihadiri anggota komite eksekutif PSSI, Juni Ardianto Rachman, anggota komite wasit PSSI, Yesaya Leithu, serta perwakilan AFC, Suresh Srinivasan.

Srinivasan yang merupakan instruktur wasit AFC asal India memberikan sosialisasi terkait Laws of The Game (LoTG) FIFA edisi terbaru. Menurutnya, ada beberapa perubahan dalam LoTG.

“Beberapa perubahan terbesar adalah pada aturan ‘handsball’ yang berkaitan dengan kesempatan-kesempatan ketika itu dilakukan dengan disengaja/tidak disengaja akan dihukum. Misalnya, gol yang dicetak langsung dari tangan/lengan (bahkan jika tidak sengaja) dan pemain yang mencetak atau menciptakan peluang mencetak gol setelah mendapatkan kepemilikan/ kontrol bola dari tangan/lengan mereka (bahkan jika tidak disengaja) tidak akan lagi menjadi diizinkan,” jelas Srinivasan, seperti dilansir laman resmi PSSI.

Berikutnya, mengenai pergantian pemain saat meninggalkan lapangan pertandingan. “Pemain yang digantikan harus meninggalkan lapangan bermain di garis batas terdekat, kartu kuning dan merah untuk pelanggaran oleh ofisial tim dan pemain bola tidak harus meninggalkan area penalti pada tendangan gawang dan tendangan bebas tim bertahan di area penalti,” tuturnya.

Terakhir, adalah mengenai posisi kiper saat tendangan penalti. Perubahan hukum tambahan yang disetujui termasuk langkah-langkah untuk menghadapi pemain penyerang yang menyebabkan masalah di ‘pagar hidup’ saat tendangan bebas, mengubah prosedur bola yang jatuh, memberikan bola yang jatuh dalam situasi tertentu ketika bola mengenai wasit, dan kiper hanya diminta meletakkan satu kaki di atas garis tendangan penalti. Perubahan juga menyebutkan tidak bisa berdiri di belakang garis.

Sementara itu, Juni mengatakan kegiatan ini diselenggarakan pihaknya untuk evaluasi perbaikan dan meningkatkan kerja perangkat pertandingan.

“Harapan saya adalah bagaimana nantinya wasit bisa berani ambil keputusan yang tepat dan elegan dalam keadaan sesulit apapun. Semoga sepakbola Indonesia semakin maju juga mengurangi stigma dan penilaian buruk dari masyarakat sepakbola terhadap perangkat pertandingan,” ujar Juni.

Selain pembekalan teori, para perangkat pertandingan baik wasit dan asisten wasit ini juga akan diberikan latihan praktek berupa tes fisik, stamina, serta daya tahan tubuh yang dijadwalkan akan berlangsung, Rabu (12/6) sore hari, di Stadion Sport Centre Kelapa Dua, Tangerang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*