Ungkapan Striker Arema FC Usai Ukir Hat-trick Bersama Timnas Indonesia

Senin Nama M Rafli sempat diragukan ketika dipercaya pelatih Timnas U-23 Indonesia, Indra Sjafri untuk bergabung dalam skuad yang berlaga di Merlion Cup 2019. Apalagi sebelumnya Rafli sempat terdepak dari Timnas U-23 dan gagal berlaga di Piala AFF U-22 2019 serta kualifikasi Piala Asia U-23 2020.

Selain itu, performanya bersama Arema FC juga kurang menjanjikan. Dia jarang mendapat menit bermain. Dari tiga laga yang sudah dilakoni Arema FC di Liga 1 2019, dia hanya mendapat kesempatan turun selama 22 menit. Itu pun dari bangku cadangan.

Namun, dalam perebutan peringkat ketiga di Merlion Cup 2019, Minggu (9/6), Rafli mampu membuktikan kualitasnya. Diturunkan sebagai starter saat kontra Filipina di Stadion Jalan Besar, Singapura. Rafli menjadi salah satu aktor kemenangan 5-0 Garuda Muda atas Filipina.

Pemain berusia 20 tahun tersebut sukses mencetak hat-trick bagi Garuda Muda. Gol pertamanya dilesakkan pada menit ke-6 setelah menerima sodoran dari Sani Rizky Fauzi. Dua gol lainnya diciptakan pada menit ke-60 dan 67.

Keberhasilan mengemas trigo membuat Rafli sangat girang. Maklum saja, itu pertama kalinya dia mencetak hat-trick dengan kostum Garuda di dada.

“Alhamdulillah saya dapat mencetak tiga gol dan Timnas U-23 menang melawan Filipina. Gol ini saya persembahkan untuk keluarga, suporter, dan seluruh pihak yang selalu mendukung saya. Meski begitu saya tetap harus berjuang keras agar dapat masuk skuad Timnas di SEA Games 2019 nanti. Impian saya dapat mengenakan seragam Timnas untuk SEA Games,” ungkap Rafli.

Sementara itu, pelatih Indra Sjafri menyebut Rafli mampu memainkan peran barunya setelah posisinya digeser.

”Pada ajang Merlion Cup 2019 ada dua pemain yang kami ubah posisinya. Yaitu Rachmat Irianto dan M Rafli. Dan penampilannya cukup menjanjikan. Termasuk Rafli yang membuktikan dengan tiga gol,” ucap pelatih Indra Sjafri.

Posisi awal Rafli memang sebagai gelandang. Namun eskperimen Indra untuk menjadikan Rafli sebagai target man sukses besar. Insting mencetak golnya cukup oke. Selain tiga gol yang berhasil diciptakan, masih banyak peluang yang didapat.

”Mudah-mudahan perubahan posisi ini akan berbuah baik bagi tim dan mereka berdua,” ucap mantan pelatih Bali United tersebut.

Sebenarnya Rafli memang tidak terlalu asing dengan posisi striker. Sebelum menjalani karir profesionalnya bersama Arema FC, Rafli sempat merasakan menjadi striker ketika masih di SSB ASIFA.

Hadirnya Rafli bisa jadi menjadi jawaban atas tumpulnya lini depan Garuda Muda. Selama ini, Timnas memang cukup kesulitan untuk mencari ujung tombak yang pas. Ada pula nama Rafli Mursalim yang hampir selalu menjadi langganan Timnas. Namun ketajamannya di pertahanan lawan masih diragukan.

Di sisi lain, Irianto yang biasanya mengisi bek tengah, tampil cukup menawan sebagai gelandang bertahan. Pemain yang saat ini berseragam Persebaya Surabaya itu bisa meredam serangan Filipina. Rian – sapaan akrabnya, juga cukup bagus dalam membagi bola. Hanya, memang Rian masih terlihat kagok dengan posisi barunya.