Bali United Mulai Jual Saham, Incar Pemasukan Hingga Rp 350 Miliar!

PT Bali Bintang Sejahtera yang menaungi klub Liga 1, Bali United mulai melakukan penjualan perdana saham mereka pada hari Senin (10/6), bertempat di Hotel Inna Bali Heritage, Denpasar, Bali.

Pengelola klub dalam hal ini PT Bali Bintang Sejahtera telah mendapatkan pernyataan efektif atas pernyataan pendaftaran untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) pada tanggal 31 Mei 2019 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bersamaan dengan pernyataan efektif tersebut, OJK juga telah menetapkan saham Perseroan sebagai Efek Syariah.

Selama tiga hari Bali United akan memulai penjualan saham mereka, agar memudahkan suporter dan masyarakat yang ingin membeli dan memiliki saham klub.

CEO Klub Yabes Tanuri berharap dalam tiga hari kedepan masyarakat Bali akan lebih dulu mendapat kesempatan untuk membeli saham Bali United.

“Hari ini tangggal 10-12 kenapa kita melakukannya di Bali, biasanya perusahaan lain memilih ibukota. Kita memilih Bali karena ingin suporter dan fans memiliki saham perdana di Bali United,” ujar Yabes.

Dalam IPO ini, PT Bali Bintang Sejahtera melepas sebanyak 2 miliar saham atau 33,33% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor, dengan harga penawaran Rp 175,- per saham, sehingga Perseroan memperoleh dana sebesar Rp 350 miliar.

Perseroan akan dicatatkan dan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 17 Juni 2019 dengan tiker BOLA.