Tim Pelatih Baru Puji Sikap Para Pemain Persija

Persija Jakarta telah memulai latihan hari kedua pascalibur lebaran bersama kepala pelatih baru Julio Banuelos dan asisten pelatih Eduardo Perez pada Ahad (9/6). Kedua orang yang akan menjadi nakhoda skuat Macan Kemayoran pada kompetisi Liga 1 2019 merupakan asisten mantan pelatih tim nasional Indonesia U-23 Luis Milla.

Pada latihan kedua bersama Ismed Sofyan dkk, Eduardo mengaku senang melihat semangat dan kesungguhan para pemain. Tanpa segan pelatih asal Spanyol ini menyebut bahwa para penggawa Persija merupakan yang terbaik. Edu mengatakan tidak ada evaluasi yang benar-benar signifikan pada diri pemain.

“Julio dan saya sangat senang dengan sikap para pemain. Sejak menit pertama mereka memberikan segalanya dalam latihan, dan selangkah demi selangkah kami pasti akan memperbaiki tim,” kata Eduardo usai memimpin latihan, di Lapangan PSAU TNI Angkatan Udara, Jakarta Timur, Ahad (9/6).

Latihan yang dilakoni Ismed Sofyan dkk dimulai pukul 16.00 hingga 17.35 WIB. Julio dan Edu terlihat membawa gaya pelatihan yang baru dan berbeda di Persija. Ada beberapa sesi pemanasan, salah satunya pemain dibagi menjadi beberapa kelompok untuk memainkan rondo, permainan kucing-kucingan.

Para pemain terlihat bersemangat dengan latihan tersebut. Pada sesi latihan ini, Julio dan Edu berusaha meningkatkan ketangkasan pemain dalam mengontrol, mengoper dan merebut bola.

“Kami tidak seperti tiki-taka, kami ingin mengimplementasikan metode kami. Bukan taktik baru, kami ingin memainkan filosofi permainan yang biasa kami terapkan dan kami juga tahu bahwa liga ini (Liga 1 2019) sangat sulit, tapi kami akan mencoba lakukan yang terbaik,” lanjut dia.

Edu menyadari bahwa sang juara bertahan sedang berada dalam fase sulit di awal musim 2019. Persija belum memetik kemenangan pada tiga laga pertama Liga 1 2019. Persija harus puas dengan hasil kalah dua kali, masing-masing saat menantang PSIS Semarang dan Bali United, Persija juga harus puas dengan hasil imbang saat melawan Barito Putera. Hasil itu membuat persija berada pada peringkat ke-16 klasemen sementara.

“Tentu ketika tidak mendapatkan hasil yang baik dapat merusak mental pemain, sebab itu kami ingin pada setiap sesi latihan kami berikan intensitas yang maksimal, tapi juga kami akan berusaha menjaga agar para pemain enjoy dengan latihan, karena itu sangat penting,” ujarnya.

Di sisi lain, Edu merasa dirinya tidak terlalu membutuhkan adaptasi. Menurutnya, pemain yang lebih membutuhkan hal tersebut lantaran harus menjalani setiap gaya pelatihan yang berbeda dari pelatih sebelumnya. “Kalau kami justru sangat senang, kami tahu negara ini kami tahu semuanya, kami tidak perlu adaptasi karena kami sudah pernah disini, untuk kami adalah sebuah kehormatan bisa kembali ke Indonesia,” tuturnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*