Perseru Badak Lampung FC Gagal Meneruskan Kiprah Klub Instan

Perseru Badak Lampung FC harus segera berbenah di awal musim ini. Baru dua kali bertanding di Liga 1 2019, mereka menjadi bulan-bulanan saat kalah 0-3 dari Tira Persikabo dan 0-4 dari PSM Makassar.

Dua kekalahan telak itu menjadikan Perseru Badak Lampung sebagai tim dengan start terburuk di Liga 1 sejak 2017. Klub yang kalah dua kali beruntun di awal musim juga terdegradasi pada akhirnya, seperti Persegres (2017) dan PSMS (2018).

Jika dilihat rekam jejak klub instan di Liga 1, Perseru jadi klub instan terburuk. Bila dibandingkan dengan empat lainnya yakni TIRA Persikabo, Bali United, Bhayangkara FC dan Madura United, mereka diprediksi sulit bertahan lebih lama di liga 1.

TIRA misalnya, mereka bisa bertahan di dua musim terakhir. Walaupun start mereka tidak bisa menembus papan atas tapi perjuangan mereka menghindari zona degradasi layak diacungi jempol.

Lalu Bali United, saat ini mereka barometer sepak bola Indonesia. Tanuri bersaudara sukses membuat Bali United jadi klub yang disegani. Mereka membangun fasilitas lalu mendatangkan banyak sponsor, merekrut pemain berkualitas dan pernah jadi runner-up.

Madura United juga selama dua musim berturut-turut pernah menjadi juara paruh musim. Namun inkonsistensi membuat mereka gagal menjadi juara. Kini mereka berubah menjadi Los Galacticos Indonesia dengan mendatangkan pemain berkualitas hingga dijagokan menjadi juara Liga 1 2019.

Satu lagi Bhayangkara FC, menjadi klub instan pertama yang meraih gelar Liga 1. Mereka merasakan kesuksesan itu pada 2017 setelah unggul head to head atas Bali United.

Untuk mengikuti jejak mereka, Perseru Badak Lampung harus melakukan perbaikan. Pelatih Jan Saragih perlu mencari cara memperbaiki lini belakang yang sangat rapuh. Gol-gol lawan sejauh ini terjadi akibat koordinasi antar pemain di barisan pertahan.

Selain itu lini depan mereka juga sering membuang peluang. Dengan materi pemain yang dianggap pas-pasan, Perseru Badak Lampung memang harus bekerja keras agar mampu bersaing di Liga 1.

Mampukah Perseru Badak Lampung bersaing di Liga 1 2019? Atau justru terus menjadi bulan-bulanan lawan sepanjang musim?