Ini Rahasia Di Balik Sundulan Maut Bambang Pamungkas

Bambang Pamungkas tak bisa dipungkiri merupakan salah satu penyerang terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Selain punya naluri gol tinggi di dalam kotak penalti, Bambang juga dikenal sebagai striker jago duel udara dan punya sundulan maut.

Terkait kemampuan istimewanya ketika berduel di udara, pemain yang akrab disapa Bepe itu mengungkapkan bahwa ia tak punya rahasia apa-apa di balik sudulan maut yang ia miliki.

Hanya saja, Bambang punya trik sendiri yang membuat ia unggul ketika melakoni duel udara.

“Heading (sundulan) itu tidak hanya tentang seberapa tinggi kita melompat. Tapi yang paling penting menurut saya adalah timing (waktu),” ungkap Bambang melalui saluran YouTube pribadinya.

Bambang menambahkan, timing yang tepat ketika melompat untuk menyambut bola adalah faktor krusial dalam memenangkan duel udara.

“Jadi timing dimana kita bisa bertemu dengan bola di titik tertinggi ketika kita melompat. Dan itu menjadi faktor krusial dalam memenangkan duel udara,” imbuh pemain jebolan Diklat Salatiga tersebut.

Bambang yang melakoni debut bersama Timnas Sepak Bola Indonesia pada tahun 1999 merupakan pemain dengan caps terbanyak bagi Tim Merah Putih. Pemain yang kini berusia 38 tahun itu tercatat 86 kali pernah membela Timnas Indonesia senior.

Tak hanya menjadi pemain dengan penampilan terbanyak bagi Timnas Indonesia, pemain yang akrab disapa Bepe itu juga merupakan pencetak gol terbanyak kedua sepanjang masa Timnas Indonesia.

Dari 86 penampilan bersama Timnas Indonesia, Bambang megoleksi 38 gol. Pemain yang identik dengan nomor punggung 20 itu hanya kalah dari legenda sepak bola Indonesia Soetjipto Soentoro yang merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Indonesia dengan 57 gol.

Di level klub, nama Bambang Pamungkas menjadi legenda di Persija Jakarta. Bersama klub Ibu Kota tersebut, Bambang sukses mempersembahkan gelar juara Liga Indonesia 2001 dan trofi Liga 1 2018.

Selain sukses di dalam negeri, Bambang juga meraih prestasi di luar negeri. Ketika membela klub Malaysia, Selangor FA pada periode 2005-2007, ia berhasil mempersembahkan gelar juara Liga Primer Malaysia 2005, Piala Malaysia 2005, dan juga Piala FA Malaysia 2005.