Luciano Leandro Bela Mahamadou Samassa

Juru taktik Persipura ini menilai Samassa mampu merepotkan barisan belakang PSS, namun tidak bisa dimanfaatkan pemain lain.

Pelatih Persipura Jayapura Luciano Leandro melakukan pembelaan terhadap Mahamadou Samassa yang bermain tak sesuai harapan ketika ditahan PSS Sleman 1-1 di Stadion Mandala, Jumat (31/5) malam WIB.

Samassa diharapkan menjadi mesin gol Persipura menggantikan peran Boaz Solossa atau Marinus Wanewar yang absen di pertandingan ini. Namun, Samassa yang untuk kali pertama tampil sebagai starter tidak menunjukkan performa mengesankan.

Luciano mengatakan, Samassa ditugaskan bukan sebagai pencetak gol, melainkan mengacaukan konsentrasi barisan belakang PSS, sehingga bisa membuka ruang bagi pemain lainnya untuk masuk ke pertahanan tim tamu.

“Kondisi fisik Samassa belum bugar, tapi dia luar biasa bisa bermain 90 menit. Kami memainkan Samassa untuk merepotkan bek PSS, dan itu berhasil dia lakukan. Pemain lain bisa menciptakan peluang, tapi kami gagal mencetak gol,” jelas Luciano.

“Semua bisa lihat kami mendapatkan banyak peluang untuk memenangkan pertandingan. Kami selalu berusaha melakukan itu, tapi belum bisa menjadi gol. Tim lawan juga bermain bagus, karena mereka sejak awal ingin mendapat satu poin.”

“Semua ini menjadi bahan evaluasi kami. Saya selalu tekankan kepada pemain untuk terus bekerja keras. Jika hari ini gagal mendapatkan kemenangan, kami harus bisa memperolehnya di pertandingan berikutnya. Mudah-mudahan kami bisa bermain lebih baik.”

Sementara bek sayap kiri David Rumakiek mengutarakan, Persipura sudah memperlihatkan performa bagus secara permainan. Namun, ia mengakui penyelesaian akhir menjadi permasalahan terseniti.

“Kami bermain sesuai instruksi pelatih. Organisasi tim mulai dari belakang, tengah, hingga depan sudah baik. Mungkin yang perlu kami tingkatkan adalah peluang untuk mencetak gol,” ucap David.