Timnya Masih Fakir Gol, Ini Harapan Manajemen Arema FC

Manajemen Arema FC angkat bicara soal masih belum moncernya lini depan mereka pada Shopee Liga 1 2019, yang disiarkan langsung oleh Indosiar ini. Mereka meminta agar barisan penyerang tim berlogo singa mengepal tersebut lekas saling beradaptasi dengan penyerang anyar mereka, Sylvano Comvalius.

“Mereka harus segera beradaptasi. Harus disadari pula bahwa tipikal Comvalius berbeda dengan Cristian Gonzales dan Robert Lima Gladiator, dua pemain yang sebelumnya sempat memperkuat Arema,” ucap General Manager Arema, Ruddy Widodo.

“Jadi, mau tidak mau, mereka harus lekas bisa saling beradaptasi,” sambungnya.

Sebelumnya, Arema FC harus kembali menelan kekalahan pada laga kedua mereka di Shopee Liga 1 musim 2019, kontra Borneo FC, di Stadion Segiri Samarinda, Rabu (22/05). Pada pertandingan, yang disiarkan secara langsung oleh Indosiar ini, mereka kalah dua gol tanpa balas melalui gol bunuh diri Hamka Hamzah dan sepakan Lerby Eliandri.

Dengan kekalahan ini, Arema belum satu pun mendapat poin selama perjalanan mereka pada Shopee Liga 1 musim ini. Pada laga pertama, kontra PSS Sleman, di Stadion Maguwoharjo Sleman, Rabu (15/05) lalu, mereka pun harus menelan kekalahan. Pada laga yang juga disiarkan langsung Indosiar tersebut, mereka harus menelan kekalahan dengan skor 1-3.

Pada dua laga ini, Arema baru bisa mencetak satu gol. Gol semata wayang skuat besutan Milomir Seslija tersebut dicetak Sylvano Comvalius, pada laga kontra PSS Sleman.

Sementara itu, Ruddy membeber hal yang ia maksud sebagai proses adaptasi. Salah satunya, menurut manajer berusia 48 tahun tersebut adalah mengubah cara bermain mereka.

“Mengubah cara bermain ini berbeda dengan mengubah jati diri permainan,” kata Ruddy.

“Mungkin barisan depan kami harus mengubah cara menyervis Comvalius. Mereka harus terus saling berkomunikasi untuk membentuk pengertian,” sambungnya.

Selain mengubah cara bermain, Ruddy meminta agar barisan sayap dan gelandang Arema tak lupa bahwa kini memiliki sosok penyelesai macam Comvalius. Karenanya, manajer asal Madiun ini, berharap agar barisan pemainnya ini bisa memaksimalkan potensi penyerang asal Belanda tersebut.

“Jika mereka melihat Comvalius ada di kotak penalti lawan, lebih baik bola lekas diumpankan padanya, ketimbang harus memaksakan masuk,” tuturnya.

“Hal ini harus diubah melalui latihan. Karenanya, dalam sesi latihan ini tim pelatih harus rajin mengingatkan para pemainnya,” ia menandaskan.