Teja Paku Alam Incar Posisi Inti Kiper Timnas Indonesia

Penampilan penjaga gawang Semen Padang FC, Teja Paku Alam, dalam dua partai awal Liga 1 musim ini terbilang impresif dengan menggagalkan beberapa peluang emas lini serang PSM Makassar dan PSS Sleman. Pantas jika pelatih timnas Indonesia, Simon McMenemy, memanggil kiper berusia 25 tahun tersebut untuk mengikuti pemusatan latihan dengan 25 pemain lainnya di Cikarang, Kabupaten Bekasi, mulai 31 Mei nanti.

Pemanggilan mengikuti training centre (TC/pemusatan latihan) bersama skuat Garuda menjadi motivasi tersendiri bagi kiper asal Painan, Sumatera Barat tersebut. Bersama Semen Padang, dua partai sudah dijalani dengan penampilan memikat.

Keberadaannya memberikan kenyamanan di lini belakang Kabau Sirah yang dikoordinasi Agus Prasetyo dan Shukurali Pulatov. Undangan untuk bergabung di timnas Indonesia disambut Teja dengan antusias.

“Alhamdulillah kembali dipercaya dan dipanggil mengikuti TC timnas. Sebenarnya tidak menyangka, karena saat ini banyak kiper-kiper muda yang muncul, tetapi saya masih diberi kepercayaan,” ucap Teja, usai pertandingan PSS versus Semen Padang di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (25/5), malam.

Dalam pemanggilan kali ini, eks kiper Sriwijaya FC tersebut berhasrat untuk menjadi kiper utama.

“Tetapi butuh kerja keras dalam latihan. Persaingan tentu di latihan, saya akan berikan yang terbaik tanpa melebihi kemampuan sendiri. Untuk menjadi yang pertama, harus usaha dan latihan keras untuk membuktikan,” terangnya.

Di posisi kiper, Teja bakal bersaing dengan Andritany Ardhiyasa (Persija Jakarta) dan Awan Setho Raharjo (Bhayangkara FC) untuk mendapatkan posisi utama. Konsistensi Teja baru terlihat dalam dua pertandingan mengawal gawang Semen Padang. Di partai perdana, berkat kesigapannya, Semen Padang hanya kalah tipis 1-0 dari PSM. Sementara pada partai kedua melawan PSS, Kabau Sirah berhasil membawa satu poin setelah bermain imbang 1-1.

“Kalau di klub, secara permainan semakin lama semakin meningkat dan kompak, percaya diri kami juga bertambah. Kompetisi masih panjang, diperlukan kerja keras dan konsistensi sepanjang kompetisi,” tambahnya.(gk-18)