Tidak Ada Dana, PSISa Absen di Kompetisi Liga 3

Harapan masyarakat Salatiga untuk menyaksikan tim kebanggaan PSISa untuk berkiprah dalam kompetisi nasional senior belum terwujud. Tahun ini, PSISa dipastikan absen di kompetisi sepakbola nasional Liga 3 lantaran tidak ada dana.

Sekretaris PSISa Salatiga Moch Guntur FU mengatakan, sejauh ini belum ada penyandang dana yang bersedia membawa PSISa berkompetisi. Untuk mengarungi kompetisi di kelompok senior ini diperlukan dana yang tidak sedikit. “Sebenarnya untuk Liga 3 diperbolehkan menggunakan dana APBD. Tetapi hingga saat ini para pengampu kebijakan yang komitmen untuk PSISa yang belum ada,” katanya.

Menanggapi absennya PSISa di Liga 3 ini, Ketua PSSI Salatiga Fatur Rahman berpendapat, sebetulnya kewajiban bersama untuk memajukan persepakbolaan di Salatiga. Salah satunya dengan ikut berbagai event pertandingan sepak bola khususnya liga 3. “Tetapi kita juga harus kembalikan kepada kemampuan klub-klub yang ada,” kata Wakil Ketua DPRD Salatiga ini.

Mengenai dana APBD untuk PSISa, Maman, sapaan akrab Fatur Rahman ini juga mengatakan bahwa dalam regulasi, Liga 3 diperbolehkan menggunakan dana pemerintah. Hanya sejauh ini pihak manajamen PSISa atau Wali Kota belum mengajukan proposal permohonan dana itu ke DPRD. “Saya belum mengetahui adanya proposal permohonan dana ke DPRD,” katanya.

Meski di kelompok senior Salatiga absen dalam kompetisi nasional tahun ini, tetapi di kelompok yunior Kota Sejuk ini selalu ada wakil dalam setiap tahun. Tahun lalu ada dua tim mewakili Salatiga yaitu PSISa dan HBFC yang berkompetisi di Piala Soeratin Jateng U17. Tahun ini, hanya HBFC yang siap tampil lagi, sedangkan, PSISa terkena sanksi PSSI Jateng tidak boleh mengikuti kompetisi yunior itu.

Handy Ucok, salah satu perwakilan suporter Salatiga mengaku sedih dan sangat kecewa atas absennya tim kebanggaan masyarakat Salatiga itu dalam kompetisi nasional. Pasalnya sudah cukup lama PSISa vakum dalam mengikuti kompetisi.

“Saat tim-tim lain berlomba untuk naik kasta, bahkan sampai harus terjadi “mafia bola” seperti di Banjarnegara,

ini PSISa sudah mau berdiri kok tidur lagi. Ya kami kira terkait pengunduran diri PSISa di Piala Soeratin U17 tahun lalu, pasti ada sanksi dan denda dari PSSI Jateng. Itu akan berdampak terhadap sponsor atau manajemen yang baru. Kami berharap ada Wakil Salatiga untuk Liga 3, misalnya HBFC,” katanya.