Manajer Persija: Risiko Tim Ibu Kota, Selalu Jadi Korban

Manajer Persija Jakarta Ardhi Tjahjoko menilai pembatalan jadwal pertandingan lawan Bali United di Liga 1 2019 merupakan risiko tim ibu kota yang harus berkorban demi kepentingan nasional.

Semula laga tersebut direncanakan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (31/5). Akan tetapi, belakangan juara bertahan Liga 1 tersebut harus rela menjalani pertandingan tandang ke Bali.

Kondisi keamanan di Jakarta usai Pemilu menjadi alasan utama laga tersebut dipindahkan.

“Ya kalau memang tidak bisa atau tidak dapat izin, mau bagaimana? Seperti yang sudah saya katakan, ya ini lah risikonya sebagai tim ibu kota. Selalu saja menjadi korban,” kata Ardhi kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (25/5).

Sebelum bertamu ke Bali, Persija akan menjalani laga tandang pada pekan kedua ke Stadion Moch Soebroto di Magelang untuk menghadapi PSIS Semarang, Senin (26/5). Persija baru bermain sekali dan mengantongi satu poin setelah bermain imbang dengan Barito Putera.

“Ini sebenarnya menguntungkan bagi Bali, mereka bisa tiga kali berturut-turut bermain di kandang. Kalau sudah begini, kami bisa apa? Yang jelas, ya kami hanya bisa mengikuti perintah saja,” ucap Ardhi.

Persija sebelumnya sudah berkoordinasi dengan PT LIB dan Bali United tujuh hari sebelum pertandingan dengan mengirimkan surat bernomor 217/Persija/Liga-1/V2019 untuk menukar jadwal Persija dan Bali United sebagai penyelenggara pertandingan.

Perubahan jadwal tersebut mendapat persetujuan dari PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator Liga 1 melalui surat jadwal yang dikeluarkan Jumat (24/5).

“Kami juga tidak mau menunda laga ini karena akan membuat jadwal kami akan padat mengingat kami masih bermain di Piala Indonesia. Intinya kami siap menjalani laga ini di Bali terlebih dahulu,” ujar CEO Persija Ferry Paulus dikutip dari situs resmi Persija.