Dicoret Timnas U-16, Tristan Alif Berlatih ke Eropa

Setelah dicoret dari skuat Timnas Indonesia U-16, Tristan Alif Naufal dijadwalkan terbang ke Eropa untuk menjalani latihan di akademi klub Liga Belanda.

Tristan Alif menjadi satu dari 13 pemain yang dicoret dari pemusatan latihan Timnas Indonesia U-16. Ia gagal bersaing dengan 28 pemain yang masih tersisa.

Ibunda Tristan, Irma S Lansano, tidak mengetahui jelas alasan putranya dicoret dari skuat arahan Bima Sakti. Apalagi sebelumnya asisten pelatih, Indriyanto Nugroho, menyebut Tristan mengalami kemajuan.

“Saya juga kaget [Tristan dicoret]. Bahkan siang sebelum dipulangkan, pelatih Indriyanto masih bilang bagus. Tidak ada alasannya [pencoretan Tristan]. Tapi mungkin karena mereka mau kasih kesempatan Tristan berangkat ke Eropa. Karena Tristan seharusnya sudah sampai di Eropa tanggal 20 [Mei],” kata Irma kepada CNNIndonesia.com, Selasa (21/5).

Tristan, lanjut Irma, mendapatkan undangan beasiswa dari salah satu akademi klub di Belanda selama sepekan, yakni pada 20-27 Mei mendatang. Namun, Irma belum bisa mengungkapkan klub yang dimaksud.

Tristan diakui Irma sempat sedih karena dicoret dari seleksi Timnas Indonesia U-16. Padahal, ia sudah memilih untuk tidak berangkat ke Eropa demi bergabung dengan timnas.

“Kemarin, Tristan lebih memilih bela timnas bukan ke Eropa. Ya, dia sempat sedih karena sudah pilih enggak berangkat [ke Eropa] tapi dicoret timnas,” ungkapnya.

“Tapi bagaimanapun Tristan masih muda dan karier sepak bolanya masih panjang. Apalagi sudah ada klub di Belanda yang menunggu,” ujarnya.

Tristan menjadi satu di antara pesepakbola muda potensial milik Indonesia. Tujuh tahun silam, ia pernah mendapat kesempatan unjuk skill di depan mantan pelatih Barcelona, Pep Guardiola.

Guardiola pun sempat memuji kualitas Tristan yang kala itu masih berusia tujuh tahun. Pelatih yang kini menangani Manchester City itu juga menilai Tristan punya peluang masuk akademi Barcelona bila serius berlatih.

Tristan pernah mencicip pengalaman berlatih di Ajax Amsterdam. Namun, hingga kini bocah kelahiran Jakarta itu belum mendapat klub permanen untuk memuluskan langkahnya menjadi pesepakbola profesional. (TTF/jun)