Jeda Panjang, PSS Sleman Lebih Diuntungkan Jelang Jamu Semen Padang

PSS Sleman benar-benar diuntungkan jelang melakoni laga kontra Semen Padang pada pekan kedua Liga 1 2019.

Menjamu Kabau Sirah, Sabtu (25/5/2019) mendatang, Yevhen Bokhasvili dan kolega punya waktu recovery lebih panjang dibanding sang penantang.

Bayangkan, Super Elang Jawa punya waktu istirahat lebih panjang dibanding Semen Padang yang baru menjalani laga perdana di Liga 1 Senin (20/5/2019), dijamu PSM Makassar.

Selain itu Semen Padang tidak diperkuat gelandang asing Mario Barcia yang cedera.

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiantoro mengatakan, waktu persiapan yang lebih panjang dibanding Kabau Sirah harus bisa dimaksimalkan dengan baik oleh anak asuhnya.

Seto tak ingin lagi timnya menang beruntung sebagaimana yang ia analisis usai mengalahkan Arema 3-1 di laga perdana.

Meski diuntungkan Seto tak mau jemawa, sebab menurutnya tiap tim di Liga 1, termasuk Semen Padang, punya banyak pemain berkualitas yang setara baik di bangku cadangan maupun yang mendapat kepercayaan di tim utama.

“Kami kemarin menang beruntung, kalau dilihat masih banyak evaluasi yang harus dilakukan. Waktu kami sebelum pertandingan kedua coba digunakan untuk evaluasi tim,” kata Seto pada Tribunjogja.com.

“Kami melewati laga perdana dengan hasil yang positif. Mudah-mudahan ini membuat motivasi lebih meningkat. Tapi, ya, jangan berlebihan,” imbuhnya.

Di sisi lain, PSS Sleman pun masih dibuat ketar-ketir lantaran terancam mendapat sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI pascakericuhan antarsuporter yang terjadi di laga kontra Arema FC.

Tim pelatih dan manajemen pasrah akan sanksi yang akan diberikan seperti pertandingan tanpa penonton atau digelar di tempat lain.

Andai tidak ada suporter, Seto melihat hal tersebut sebagai kerugian bagi PSS karena di tiap penampilan kandang atau tandang selalu mendapat energi tambahan dari dukungan puluhan ribu suporter di tribun.

“Ya mau bagaimana lagi, jelas akan jadi kerugian bagi kami tanpa suporter, tapi ditunggu saja. Saat ini fokus pembenahan permainan dulu,” sambung Seto.

Terpisah, Kapten PSS Sleman, Bagus Nirwanto, menilai kemenangan di laga kontra Arema FC menjadi modal berharga jelang bersua Semen Padang.

Hanya saja, ia menilai konsistensi di atas lapangan menjadi penentu pemenang di pekan kedua nanti.

“Saat ini yang harus dibenahi adalah konsistensi permainan kami sendiri di atas lapangan. Kami sudah termotivasi meski di babak pertama kemarin terlihat belum kompak. Permainan seperti di babak kedua lalu, harus kami praktikan di pertandingan pekan depan,” tandas pemain yang akrab disapa Munyenk tersebut.