Sinar Terang Bayu Gatra Bersama PSM Makassar Di Piala AFC

Bertengger di daftar puncak pemberi assist pada gelaran Piala AFC 2019, winger lincah PSM Makassar, Bayu Gatra Sanggiawan membuktikan bahwa pilihannya meninggalkan Madura United sudah tepat.

Semenjak direkrut pada awal musim lalu, pemain dengan nomor punggung 23 itu tercatat sudah menorehkan empat assist. Jumlah itu tidak saja terbanyak di tim Juku Eja tapi juga di Piala AFC 2019. Total assist yang sudah dibukukannya tersebut sama dengan jumlah yang juga sudah dibukukan Nguyen Quang Hai (Ha Noi FC), Stephan Schröck (Ceres Negros), dan Ryutaro Megumi (Tampines Rovers).

Menanggapi performanya yang cukup baik bersama PSM Makassar pada kompetisi kasta kedua sepak bola Asia tersebut, Bayu Gatra mengaku selalu berupaya memberikan penampilan terbaiknya setiap kali mendapat kepercayaan dari pelatih.

“Tentu saya senang bisa berkontribusi bagi tim. Sebagai pemain, saya berupaya memberikan yang terbaik jika diberi kepercayaan,” katanya seperti dilansir laman resmi Liga Indonesia.

Ia mengungkapkan, pencapaian ini menjadi modal bagus bagi dirinya dalam menyambut Shopee Liga 1 2019. Apalagi, musim ini merupakan debut perdana mantan penggawa Bali United ini bersama PSM Makassar.

Berkat torehan itu pula, pemain 26 tahun lebih makin percaya diri untuk bermain bersama Juku Eja musim ini.

“Semoga ke depan bisa lebih baik dan berkontribusi lebih banyak untuk tim di Liga 1,” harapnya.

Pada pertandingan terakhir di Piala AFC 2019 kontra Lao Toyota pada 14 Mei lalu, Bayu Gatra berperan besar atas gol pembuka Juku Eja yang berhasil disarangkan Rasyid Bakri. Pertandingan itu sendiri berakhir dengan skor 3-0 untuk keunggulan PSM Makassar.

Diakuinya, ia memang sudah cukup mengenal karakter seorang Rasyid Bakri. Keduanya memang sempat satu tim saat membela timnas Indonesia U-23 pada 2013 lalu.

Menurut Bayu, ia dan Rasyid memiliki chemistry yang kuat, sehingga koordinasinya di lapangan terbangun dengan baik. Terbukti, satu dari dua assist Bayu merupakan buah hasil kerja sama keduanya.

“Saya dan Rasyid sering latihan bersma, bahkan saat tim diliburkan. Jadi saat di lapangan, kami sudah saling mengerti,” pungkasnya kemudian.