PSIM Yogyakarta Pulang Kandang, Yoga Pratama Diberi Kesempatan Unjuk Gigi

Masa depan gelandang belia Yoga Pratama bersama PSIM Yogyakarta, belum menemui titik terang.

Tidak ada pilihan lain, pemain kelahiran 20 tahun itu, harus membuktikan kemampuan terbaiknya, demi memikat headcoach Vladimir Vujovic.

Yoga sendiri memang urung bergabung dalam training camp (TC) bersama seluruh pemain Laskar Mataram, di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat selama lebih kurang satu bulan terakhir.

Bukan tanpa sebab, ia harus menjalani study tahap akhirnya di UNY.

Namun, skuat PSIM telah bertolak menuju Yogyakarta pada Selasa (21/5/2019) pagi. Rencananya, per Rabu (22/5/2019), Raymond Tauntu dan kolega bakal menjalani aktivitas latihannya di kampung halaman. Ya, momentum inilah yang harus sanggup dimaksimalkan Yoga.

CEO PSIM Yogyakarta, Bambang Susanto pun berujar, komposisi skuatnya sejauh ini sudah hampir terpenuhi, sehingga hampir tidak menyisakan slot lagi.

Namun, ia memastikan, nama Yoga tetap dimasukkan ke dalam prioritas untuk memperbanyak opsi pemain.
“Mungkin, slotnya tinggal satu, atau dua pemain ya. Salah satunya, kita tentu saja menunggu Yoga, karena kemarin kan dia masih study,” katanya.

Akan tetapi, Bambang memastikan, pihaknya hanya merekrut pemain yang benar-benar dalam kondisi siap tempur. Dalam artian, karena Yoga tidak ambil bagian selama pemusatan latihan, sangat mungkin, dari fisik, maupun pemahaman taktikal, ia tertinggal.

“Pada prinsipnya, kita welcome. Tapi, kembali pada Yoga sendiri, karena dia tertinggal jauh. Jadi, dia harus buktikan, bisa segera menyusul. Untuk mengimbangi teman-teman lainnya, yang sudah latihan terus, ya memang berat,” katanya. (Tribunjogja I Azka Ramadhan)