Lewat Garuda Select, Mimpi Ratu Tisha Melihat Timnas Indonesia di Olimpiade 2024 Kian Nyata

Dalam berbagai kesempatan, Ratu Tisha Destria selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI tidak pernah malu menceritakan mimpinya untuk melihat Timnas Indonesia tampil di Olimpiade 2024 di Paris, Prancis. Mimpi tersebut selangkah terwujud setelah program Garuda Select angkatan pertama selama lima bulan di Inggris telah tuntas.

Garuda Select adalah program kerja sama antara PSSI dengan SuperSoccer yang berisikan 24 pemain alumni Elite Pro Academy Liga 1 U-16 2018 dan hasil pemantauan pemain muda di pelosok Nusantara. Sejak Januari 2019, Garuda Select mengikuti beragam kegiatan, satu di antaranya ialah bertanding dengan sejumlah klub level usia di Negeri Ratu Elizabeth.

“Alhamdulillah program ini angkatan pertama, walaupun disiapkan dengan waktu yang mepet, berjalan dengan lancar, dengan segala kekurangan tantangan, tadi bisa dilihat bahkan ada beberapa insiden cedera dan pemulihan-pemulihan yang cukup serius. Namun bisa ditangani dengan tim kepelatihan yang sangat baik kerja sama antara PSSI dengan SuperSoccer TV dan juga didukung oleh FA Inggris,” ujar Tisha saat konferensi pers kepulangan Garuda Select di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019).

“Ini menjadikan kami semakin bisa melihat cahayanya untuk menuju target PSSI menembus Olimpiade 2024,” kata Tisha.

Saat ini, Garuda Select angkatan pertama dihiasi oleh materi pemain U-17. Program Garuda Select angkatan kedua rencananya akan kembali dihelat pada akhir 2019. Nantinya, angan-angan Tisha ialah para alumni Garuda Select dapat meloloskan Timnas Indonesia ke Olimpiade 2024. Setiap negara yang tampil pada cabang olahraga (cabor) sepak bola di Olimpiade adalah kelompok usia U-23.

Sehingga pada Olimpiade 2024, usia para pemain Garuda Select baru menyentuh angka 23 tahun.

“PSSI tidak main-main ketika kami bilang bahwa kami ingin menuju Olimpiade 2024. Nah, kami tahu bahwa basisnya sudah kami buat melalui Elite Pro Academy. Namun, kami juga tidak bisa menunggu. Kami harus membuat suatu program percepatan. Dan salah satunya adalah Garuda Select,” imbuh Tisha.

“Pekerjaan rumah PSSI saat ini adalah setelah program angkatan yang pertama ini, bagaimana sekarang kami membawa ilmu-ilmu yang sudah didapatkan oleh tim kepelatihan dan akademinya di sana ke Indonesia. Untuk mengembangkan Elite Pro Academy di klub Liga 1 kami, yang nantinya pemain yang terbaik juga akan berangkat lagi akhir tahun 2019,” ungkap Tisha.

Satu-satunya penampilan Timnas Indonesia di Olimpiade terjadi pada tahun 1956. Saat itu, Olimpiade diadakan di Melbourne, Australia. Setelah itu, Indonesia belum pernah lagi mengirimkan atlet di cabang sepak bola Olimpiade.