Baru Pekan Pertama, Badak Lampung Sudah Diprediksi Terdegradasi

Perseru Badak Lampung FC (PBLFC) akan degradasi pada akhir musim ini. Begitu kesimpulan singkat yang muncul setelah tim asuhan Jan Saragih itu ditaklukkan Tira-Persikabo dengan skor 3-0, di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Sabtu (18/5) lalu. Masih terlalu dini tetapi tanda-tandanya terlihat.

Dari 18 nama yang masuk susunan pemain PBLFC, hanya ada satu nama yang pernah berstatus bintang, Talaohu Abdul Musafri. Namun sinarnya sudah redup; di pengujung karier. Sisanya, hanya pemain kelas kedua, ketiga, bahkan ada beberapa yang sama sekali belum ramah di telingan publik.

Secara permainan, tim yang bermarkas di Stadion Sumpah Pemuda itu pun tak menonjol. Belum ada kolektivitas permainan dan chemistry. Situasi ini membuat PBLFC pun kiranya tidak layak menyandang gelar kuda hitam. Anggapan bahwa cara main tim ini lebih ke level Liga 2, pun tidak sepenuhnya keliru.

Bagi Jan, anggapan tersebut semakin membuatnya termotivasi. Dalam kacamata analisisnya, Musfri dan kawan-kawan tidak tampil begitu buruk. Hanya persoalan penyelesaian akhir yang mengkhawatirkan. Sambil berjalannya waktu, hal ini diyakini akan terselesaikan.

“Para pemain cukup baik menjalani pertandingan. Kekalahan yang kami terima bukannya kami tanpa perlawanan. Kami punya beberapa peluang yang baik pada babak pertama maupun kedua, namun para pemain belum dapat menyelesaikan peluang tersebut dengan baik,” kata Jan.

Soal stamina para pemain, Jan menyebutnya sudah bersaing. Dalam artian, tidak ada kendala kebugaran, sebab pemain sudah melakukan persiapan kompetisi sekitar dua bulan.

“Kami masih tetap optimistis untuk bersaing di Liga 1 musim ini. Tentu kami akan melakukan evaluasi mendalam,” ujar eks asisten pelatih Persija itu.

Adapun tiga gol Tira-Persikabo dilesakkan Ciro Henrique pada menit ke-60, Andy Setyo Nugroho pada menit ke-79, dan Ciro pada injury time. Kemenangan ini membuat tim asuhan Rahmad Darmawan diprediksi bisa lepas dari julukan tim spesialis selamat dari degradasi, sebagaimana dipertontonkan pada musim sebelumnya.

RD, sapaan akrab Rahmad, menyebut disiplin sebagai kata kunci kesuksesan.

“Kami memberikan performa yang diawali mencari bentuk. Setelah itu berjuang pada babak kedua. Loris Arnaud tidak bisa bermain, sehingga kami harus membuat skema yang berbeda,” kata pelatih asal Lampung itu.* Nizar Gilang Gandhimar