Kalahkan Persitara 4-1, Persija Old Star Juara National Senior League 2019

Persija Jakarta Old Star berhasil menjuarai National Senior League (NSL) 2019 ‘Ramadan Cup’ usai mengalahkan Persitara Jakarta Utara Old Star dengan skor 4-1, di Lapangan C, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Minggu (20/5/2019).

Pada semifinal, Persija mengalahkan Trisakti FC. Sedangkan Persitara mengalahkan Persib Bandung Old Star. Laga Derby Jakarta berjalan menarik karena mempertemukan klub klasik ibukota.

Macan Kemayoran akhirnya berhasil menang dengan skor telak 4-1 setelah Rochi Putiray (2 gol), Widodo C. Putro, dan Francis Wawengkang berhasil membobol gawang Persitara yang dikawal Albert. Gol balasan Persitara dicetak oleh Djoiss Eivert Tamara.

Ketua Pelaksana NSL, Ophan Lamara mengatakan gelaran kompetisi U-47 atau untuk pemain senior tahun ini berjalan meriah. Beberapa tim eks Perserikatan berpartisipasi, baik itu Persija, Persib, Persita, Persitara, PSMS, ataupun Perseman Manokwari.

“Final berjalan menarik, Persija banyak legenda, seperti Rahmad Darmawan, Patar Tambunan, Rochi Putiray, ataupun Kamarudin Betay. Persitara juga memiliki pemain veteran terbaiknya, sehingga berlangsung menarik,” ujar Ophan kepada wartawan.

Sebetulnya, banyak yang menginginkan final klasik antara Persija dan Persib. Sayang sekali Persib kalah di semifinal dari Persitara, sehingga mau tidak ini akan jadi final ideal. Ya pertandingan Derby Jakarta,” lanjutnya.

Setelah gelaran NSL tahun ini, pihak penyelenggara juga berencana membuat kompetisi senior yang cakupannya internasional. Rencana ada beberapa klub senior luar negeri yang akan diundang untuk mengikuti kompetisi, seperti dari Korea Selatan, Jepang, dan Thailand.

“Ini yang terbesar di Indonesia. Selain NSL kami juga berencana menyelenggarakan International Senior League yang diikuti tim dari negara luar Indonesia. Nantinya yang mewakili Indonesia adalah empat tim di semifinal NSL kali ini,”

Ophan juga akan mengevaluasi penyelenggaran tahun ini. Ia berharap tahun depan, NSL akan lebih banyak diikuti oleh tim eks Perserikatan dari Aceh sampai Papua.

“Kita ingin awalinya tahun ini agar NSL bisa diikuti tim-tim mantan perserikatan, dari Aceh sampai Papua,”

“Tapi durasi delapan hari di Jakarta ini terlalu panjang sehingga tahun depan kita evaluasi, agar 16 tim ini bisa diikuti oleh tim-tim mantan Perserikatan yang memiliki nama besar,” tandasnya.