Condong Gabung Grup Timur, PSIM Yogyakarta Tak Gentar Bersaing

Meski informasinya sudah beredar luas, manajemen PSIM Yogyakarta mengaku belum menerima surat pemberitahuan resmi dari federasi terkait pembagian grup Liga 2 Indonesia 2019 yang rencananya dimulai pada 15 Juni mendatang.

Meski demikian, CEO PT PSIM Jaya, Bambang Susanto mengaku pihaknya tidak keberatan jika memang pembagian grup yang sudah beredar di pemberitaan dan media sosial itu benar adanya, ialah menempatkan Laskar Mataram tergabung di Grup Timur.

“Barat, atau timur, kita selalu siap. Kita optimis. Jadi, mungkin pertimbangannya soal akomodasi saja, tentu kita ingin yang lebih mudah,” katanya pada Tribunjogja.com.

Berdasar informasi yang beredar terkait rumor pembagian grup Liga 2 2019, PSIM berada di Grup Timur bersama Mitra Kukar, Persiba Balikpapan, Persik Kediri, Madura FC, Persibat Batang, Persatu Tuban, Persewar Waropen, Martapura FC, PSBS Biak, dan Blitar United.

“Itu kan baru bocoran-bocoran ya, kita tunggu saja resminya dari operator. Intinya, PSIM selalu siap ditempatkan grup manapun,” imbuhnya.

Menilik kekuatan tim, PSIM mungkin bisa sedikit jemawa lantaran menjadi tim yang paling diunggulkan.

Itu jika menilik komposisi tim yang dimiliki Laskar Mataram saat ini.

Duo naturalisasi Raphael Maitimo dan Cristian Gonzales bakal jadi pembeda.

Selain PSIM, Persiba Balikpapan tak bisa dianggap sebelah mata.

Kedatangan Gede Widiade sebagai investor ditambah dengan sosok Salahudin sebagai arsitek, membuat Beruang Madu layak diperhitungkan.

“Persiba mungkin yang paling berat, karena Pak Gede di sana ya. Sosok Pak Gede yang sudah beredar lama di sepakbola itu kan tidak mungkin kalau timnya tidak kuat. Tapi, kita siap lah, lawan siapapun harus siap,” ujarnya.

Andai tergabung di Grup Barat sekalipun, Bambang menilai peta persaingan bakal menarik lantaran terdapat beberapa klub yang alih pemilik.

Sehingga, kedalaman pemain yang dimiliki masing-masing tim pun berpotensi mengejutkan.

Berdasarkan skema pembagian wilayah dalam beberapa musim terakhir, grup barat bercokol klub-klub seperti Aceh United, Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan, PSPS Pekanbaru, Sriwijaya FC, PSGC Ciamis PSCS Cilacap dan Persita Tangerang.

“Grup barat lebih banyak yang tidak ketahuan. Banyak yang baru, kita lebih sulit membaca. Sementara kalau grup timur, kita relatif sudah tahu,” kata Bambang.

Benar saja, untuk grup barat, nama Sriwijaya FC dan Persita Tangerang jelas terdepan.

Kedua tim jor-joran dalam mendatangkan pemain maupun tim pelatih.

Ada pula PSMS Medan yang tentunya ingin kembali ke kasta tertinggi. (*)