Jawaban Coach Teco Soal Minimnya Pemain Lokal di Bali United

Pelatih Bali United asal Brasil, Stefano Cugurra Teco, telah mendaftarkan 30 pemain untuk mengarungi Liga I Indonesia 2019.

Dalam skuat itu hanya tersisa dua pemain lokal Bali.

Andhika Wijaya langganan bek kanan, dan Kadek Agung Widnyana Putra memenuhi regulasi under 23 tahun dalam tim.

Putra daerah Pulau Dewata tersingkir akibat cedera, dan kalah kualitas dibanding pemain lain sehingga masuk box peminjaman.

Coach Teco menegaskan, di dunia sepakbola, sistem yang dianut adalah profesional.

Siapa berkualitas dipakai, yang tidak berkualitas akan tersingkir.

“Saya pikir ini sistem dari dunia, sekarang sistem profesional. Mungkin ada pemain sangat bagus orang Bali. Pasti Bali United mau pakai pemain ini,” tegas Teco.

Penegasan Teco mengingatkan semeton pada gelandang Bali United Gede Sukadana yang dibuang dan direkrut Kalteng Putra.

Di sana dia menjadi kapten tim. Kabarnya, saat Coach Teco bergabung Bali United, ia menanyakan Gede Sukadana.

Namun, pemain ini sudah lebih dulu dibuang manajemen Bali United dengan alasan sering terbawa emosi di lapangan pertandingan.

“Belum ada pemain Bali yang bagus, kita harus pakai pemain kota lain. Saya pikir ini biasa di dunia sepakbola,” kata eks pelatih Persija Jakarta ini.

Dia mengatakan, saat ini sistem profesional. Bisa juga pemain asal Bali membela klub lain di luar Bali dengan gaji yang lebih baik.

“Seperti orang Bali juga dia bisa sangat bagus, dapat gaji lebih bagus di kota lain dan negara lain. Dia harus keluar dari Bali dan main di sana,” ujarnya.

Teco percaya manajemen Bali United akan fokus memajukan program pembinaan di Bali untuk melahirkan pemain lokal Bali lewat pembinaan U-16, 18, 20 tahun.

“Saya pikir dalam sepakbola jika ingin lahir pemain lokal harus punya program yang benar usia 20, 16, 13 tahun dan butuh waktu beberapa tahun.

“Dalam tim ini manajamen BU serius. Mau melakukan program ini. Tapi butuh waktu. Saya lihat manajemen mau bantu, manajemen kasih pelatih bagus di sana (usia muda). Buat lahirkan pemain muda. Ini tidak mudah, butuh waktu,” jelasnya.

Kondisi berbeda terjadi di Persebaya Surabaya. Dalam laga kontra Bali United di Stadion Dipta Gianyar, Kamis (16/5) malam, skuat Persebaya Surabaya menurunkan pemain yang didominasi putra lokal Jawa Timur.

Menurut pelatih Persebaya Djajang Nurdjaman, lebih dari 50 persen anak lokal Jawa Timur memperkuat Persebaya.

Dan hal itu yang membuat motivasi pemain Persebaya Surabaya luar biasa.

Tembus peringkat lima Liga I Indonesia 2018 setelah promosi tahun 2017, finalis Piala Presiden 2019, dan saat ini kembali memulai Liga I Indonesia 2019.

“Pemain lokal Jawa Timur di Persebaya lebih dari 50 persen. Luar biasa kinerja mereka dan motivasi ngeyel-nya ,” tegas Coach Djajang Nurdjaman pelatih Persebaya kepada Tribun Bali, kemarin. Menurut dia, sebagai pelatih lokal, dirinya memberdayakan pemain lokal Jawa Timur dalam tim ini. (*)