Setelah Outbond di Lembang, Pemain Persib Bandung Tak Lagi Malu-malu Saling Menyapa

Kegiatan outbond selama dua hari yang dilakukan Persib Bandung di Cikole, Lembang berdampak positif.

Bukan dari sisi teknis di lapangan, namun di luar lapangan para pemain Persib Bandung terlihat begitu akrab setelah kegiatan outbond.

Hal ini disampaikan pelatih Persib Bandung, Robert Alberts kepada awak media di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (15/5/2019).

“Saya tidak lihat perubahan seperti itu (di lapangan) tapi seperti yang kamu lihat di ruang ganti mereka menyapa satu sama lain setelah sebelumnya saling malu menyapa,” ujar pelatih berkebangsaan Belanda tersebut.

Tentu saja keakraban ini sangat positif bagi skuat Maung Bandung dalam mengarungi keras dan ketatnya Liga 1 2019.

Sebab pada akhirnya, para pemain akan lebih mudah dalam berkomunikasi ketika pertandingan.

Secara teknis, mantan arsitek Arema FC ini masih terus menggenjot Ardi Idrus dkk untuk lebih kompak lagi.

“Itu yang kita lakukan di dressing room, itu yang bisa saya lihat. Di lapangan lebih sulit karena mereka lebih pada kombinasi,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Robert Rene Alberts membawa semua anak asuhannya outbond di Cikole, Lembang, Bandung Barat, Senin (13/5/2019).

Robert Rene Alberts mengatakan, meski Supardi dan kawan-kawan sudah melakukan latihan selama empat bulan sejak Januari 2019, belum semua pemain memiliki visi yang sama.

Karena beberapa pemain terlambat gabung bersama tim, masih ada pemain yang belum saling mengenal secara dekat.

Melalui kegiatan outbond ini, Robert Rene Alberts memberikan kesempatan kepada semua pemain untuk menyatukan visi dan lebih mengompakan timnya.

“Mereka punya mindset berbeda dan ini untuk membangun dan membentuk latihan dan melakukan hal yang sama bersama-sama, ini yang dinamakan team building,” ujar Robert Rene Alberts.

Menurut Robert, kegiatan outbond ini biasa dilakukan semua tim di seluruh dunia. Bahkan, kata Robert, tim sekelas Chelsea pun memulai persiapan dengan outbond.

“Guus Hiddink, dia datang ke Chelsea beberapa tahun lalu dan di hari pertamanya dia tidak melakukan latihan. Mereka melakukan hal serupa dengan cara yang berbeda dan pemain mengubah mindset mereka,” katanya.

Biasanya, sambung Robert, menjelang kompetisi yang semakin dekat para pemain mulai merasa stres dan cemas, melalui kegiatan ini diharapkan perasaan itu berkurang dan pemain merasa tenang ketika turun di laga pertama nanti.

“Ini bagus untuk memulai liga karena tingkat stres akan semakin meningkat dan cemas, gelisah akan terus mendatangi sebelum pertandingan tapi kita akan coba ubah mindset itu jadi positif,” ucapnya.