PSS Vs Arema: PSSI & PT Liga Indonesia Baru Usut Insiden Sleman

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) tidak tergesa-gesa dalam mengambil sikap terhadap insiden kerusuhan antarsuporter saat pertandingan antara PSS Sleman dan Arema FC di Stadion Maguwoharjo, Rabu (15/5) malam WIB.

Dalam insiden itu, Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria mendapatkan luka di bagian tangan kanannya akibat terkena benda nyasar yang dilempar suporter dalam kericuhan tersebut. Ratu Tisha prihatin sekaligus menyesalkan insiden kerusuhan.

“Yang pasti sangat menyesalkan, tetapi kami tunggu laporan dari panpel pertandingan. Kejadian ini harus diusut tuntas. Bagaimana kejadian yang sebenarnya, kami lihat dari panpel seperti apa. Kami akan melakukan evaluasi, panpel tuan rumah harus tanggung jawab penuh atas kejadian tersebut,” tutur Ratu Tisha.

Hal senada diungkapkan Dirk Soplanit. Direktur PT LIB ini mengatakan, sesuai regulasi, wasit dan perangkat pertandingan lainnya menunggu perkembangan situasi pada 30 menit pertama.

Jika belum juga memungkinkan, maka ditunggu hingga 30 menit kedua. Pada penantian 30 menit kedua itu diputuskan pertandingan dilanjutkan setelah terhenti selama 55 menit.

“Kami akan memberikan keterangan resmi setelah mendapatkan laporan yang komprehensif dari beberapa pihak. Di antaranya panitia pelaksana setempat dan juga laporan dari pengawas pertandingan. Setelah itu kami akan mempelajarinya terlebih dulu secara detail,” jelas Dirk.

Sementara itu, penggawa Arema terpaksa menggunakan kendaraan taktis (Rantis) untuk meninggalkan stadion, Kamis (16/5) dinihari WIB. Sementara satu truk digunakan membawa ofisial tim dengan penjagaan ketat polisi bertameng. Striker Sylvano Comvalius menyayangkan adanya insiden itu, dan berharap suporter bisa lebih baik lagi.

“Atmosfer sepakbola dan suporter di Indonesia memang seperti ini. Tapi, tidak perlu sampai seperti itu [rusuh], karena sangat berbahaya untuk semua pihak,” ujar pemain berpaspor Belanda tersebut. (gk-18)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*