Madura United Tegaskan Target Juara Liga 1 2019 atau Piala Indonesia 2018

Madura United menargetkan meraih satu trofi dalam pertarungan musim 2019. Mereka ingin menjuarai Liga 1 2019 atau Piala Indonesia 2018 yang masih terbuka didapat musim ini.

Pelatih Madura United, Dejan Antonic, mengingatkan jalan yang bakal dilalui timnya tidak akan mudah. Sebab, banyak tim lain yang juga mengincar gelar dan memiliki materi pemain berkualitas.

Untuk menjadi juara, klub berjulukan Laskar Sape Kerrab itu harus melalui 40 pertandingan. Masing-masing, 34 pertandingan di Liga 1 2019, dan enam pertandingan di Piala Indonesia 2018, mulai perempat final hingga partai puncak.

“Semua tim ingin juara, Madura United juga ingin juara. Tapi, ini tetap butuh proses. Kami harus kerja keras dalam 40 pertandingan dari Piala Indonesia dan Liga. Tapi, saya tetap optimistis satu trofi bisa diraih. Saya tidak di sini jika pesimistis,” kata Dejan.

Madura United sempat mencatatkan delapan pertandingan beruntun dengan hasil tak terkalahan di Piala Indonesia 2018 dan Piala Presiden 2019 sejak Januari lalu. Namun, kemudian mereka takluk di tangan Persebaya dalam semifinal Piala Presiden. Mereka malah kalah dua kali beruntun.

“Tapi, itu menjadi semangat. Pelatih, pemain, suporter, manajemen, semua semangat dan berjalan bersama untuk juara. Kami bersama-sama dengan tim terus berusaha maksimal. Puji Tuhan, seluruh komponen dalam tim ini sama-sama proaktif untuk persiapan kompetisi,” ucap Dejan.

“Venue sangat bagus untuk pertandingan dan tim juga sudah siap. Kompetisi adalah pertandingan yang dinantikan pemain dan suporter, kami sangat antusias,” tambah pelatih asal Serbia tersebut.

Madura United bakal mengawali kiprah di Shopee Liga 1 2019 dengan bertandang ke markas Persela Lamongan. Duel sesama klub Jawa Timur itu bakal digelar di Stadion Surajaya, Lamongan, Jumat (17/5/2019).

Sementara di Piala Indonesia 2018, Madura United masih memiliki dua laga tunda di perempat final melawan Persebaya. Duel itu seharusnya sudah dilangsungkan pada 25 dan 30 April lalu, namun tidak berhasil digelar akibat terkendala izin keamanan.