Aleksandar Rakic Terkesan Melihat Pemain Madura United Berpuasa

Striker Madura United, Aleksandar Rakic, merasa terkesan melihat rekan-rekan satu tim menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. Pemain Madura United tetap bisa berlatih seperti biasa, meski harus berpuasa.

Selama Ramadan, latihan Madura United digelar pada malam hari. Namun, Rakic menganggap seharusnya tenaga pemain yang berpuasa bisa berkurang karena jam makan yang berbeda dibanding biasanya. Hal itu seharusnya berpengaruh pada kondisi fisik.

“Saya hanya tidak mengerti, bagaimana pemain lokal bisa tetap bermain, meski menjalani puasa seharian. Mereka tetap berlatih seperti biasa. Mungkin ada semangat lebih yang membuat kami bisa berlatih normal,” kata striker asal Serbia itu.

Sebenarnya, ini bukan musim pertama Rakic berkarier di Indonesia. Musim lalu, dia bergabung dengan PS Tira yang kini telah berganti nama menjadi Tira Persikabo. Jadi, pemain berusia 32 tahun itu sudah tidak merasakan culture shock dengan Bulan Ramadan.

Sebagai pemain non-muslim, Rakic mendapat keuntungan di Bulan Ramadan. Latihan pada malam hari justru membuatnya lebih banyak memiliki waktu istirahat. Sebab, pada pagi hari Madura United tidak memiliki agenda latihan.

“Ini tahun kedua saya masuk puasa di Indonesia. Bagi saya ini normal, dan saya menghormatinya. Saya tidur lebih lama sekarang, normalnya saya bangun sekitar jam 08.00, tapi sekarang saya tidur dua jam lebih banyak,” ucap Rakic.

“Setelah bangun setiap harinya, hal pertama yang saya kerjakan adalah pergi ke gym dan itu adalah latihan awal. Saya memiliki waktu yang cukup untuk melakukan kebutuhan saya,” imbuh pemain yang gabung Madura United pada awal musim ini.