Kentalnya Toleransi Beragama di Skuat Bali United Selama Bulan Ramadan

Bali United adalah bukti nyata keharmonisan toleransi antara umat beragama dalam sebuah klub di Indonesia. Masih ingat dengan selebrasi lintas keyakinan pemain tim berjulukan Serdadu Tridatu ini pada Liga 1 2017? Aksi tersebut menjadi satu di antara contoh kecil.

Pada Ramadan kali ini, pemain Bali United sangat menghormati rekannya yang beribadah puasa. Michael Orah, misalnya. Bek kiri berusia 33 tahun menghargai sesama pemain Serdadu Tridatu, yang berpuas dengan menambah porsi latihan.

“Saya melihat bila kami sangat siap menjalani kompetisi Liga 1, meski dalam bulan ramadan. Toleransi antarsesama dalam tim ini sangat kuat. Jika pemain yang muslim fokus berlatih malam, kami yang nonmuslim bisa menambah porsi latihan pagi atau sore hari untuk menjaga stamina kami,” ujar Orah disadur dari laman klub.

“Begitu juga saat menjalani pertandingan Liga 1 mendatang, yang berlangsung setelah berbuka puasa. Teman-teman yang nonmuslim bisa menopang kekuatan stamina tim selama pertandingan berjalan,” kata Orah.

Bali United akan menghadapi tiga pertandingan Liga 1 2019 selama Bulan Puasa. Pada pekan pertama, Serdadu Tridatu bakal menjamu Persebaya Surabaya, Kamis (16/5/2019).

Lima hari kemudian, Bali United akan meladeni perlawanan Bhayangkara FC sebelum menantang Persija Jakarta pada 31 Mei 2019.

Selama BulanRamadan, Bali United mengubah waktu latihan dari sore hari menjadi malam hari untuk menghargai pemain yang berpuasa. Meski tidak berpuasa, Orah sepakat dengan kebijakan tersebut.

“Untuk latihan malam saya rasa tidak ada masalah. Kami dari pemain sangat menikmati dan saya melihat kami juga semakin kompak mempersiapkan Liga 1. Kami punya tekad untuk bisa lebih baik di kompetisi tahun ini. Mengenai melawan Persebaya di pertandingan pertama, kami optimistis meraih poin penuh,” imbuh mantan pemain Persija ini.