2 Kali Tersandung Kasus Pelecehan Seksual, Marko Simic Kapok Ugal-ugalan

Penyerang Persija Jakarta, Marko Simic mengaku kapok setelah dua kali terlibat kasus dugaan pelecehan seksual. Pemain asal Kroasia itu berjanji tidak akan mengulangi kembali kasus yang sama.

Marko Simic kini telah kembali ke Persija Jakarta. Sejak Februari lalu, ia tertahan di Australia karena terjerat kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan di atas pesawat dari Bali menuju Sydney.

Itu adalah kasus kedua yang menimpa Simic. Pada tahun lalu, eks striker Becamex Binh Duong tersebut juga pernah dituduh mengirimkan pesan kurang terpuji kepada pedangdut Via Vallen.

“Sebenarnya saya tidak mau membahas ini, tetapi saya bisa belajar banyak dari hal ini dan membuat saya lebih kuat, fokus, pintar, serta saya berharap tidak terjadi kasus-kasus seperti ini kedepannya,” kata Marko Simic.

Kini, Simic fokus untuk bisa mengulang pencapaian prestasi bersama Persija seperti musim lalu. Meski ia juga mengakui hal itu tidak mudah mewujudkannya.

Simic tampil produktif di musim 2018 lalu. Ia mencatatkan 45 gol untuk tim Macan Kemayoran di semua kompetisi yang diikuti.

Sebanyak 11 gol di antaranya dicetak Simic di Piala Presiden. Torehan tersebut menjadikannya sebagai top scorer di turnamen pra musim tersebut.

Sementara di Liga 1 musim 2018, Simic mencetak 17 gol dari 30 penampilannya. Penyerang berusia 31 tahun ini jadi pencetak gol terbanyak di Persija, sekaligus membawa tim ibu kota menjadi juara.

Tak hanya di Liga 1, Simic juga tajam di Piala AFC. Dari tujuh pertandingan, eks pemain Malaka United ini mencetak 9 gol. Sisanya dicetak simic di turnamen Suramadu Cup sama turnamen Boost Fix Super Cup di Malaysia.

“Saya jelaskan, saya di sini untuk membantu tim dengan gol, assist maupun permainan yang bagus,” kata Simic di Jakarta.”Saya berharap bisa seperti musim lalu dengan mencetak 45 gol di semua kompetisi.”

“Tapi saya akan melakukan yang terbaik untuk tim, untuk membantu rekan-rekan saya dan pastinya untuk membawa Persija kembali juara,” timpal Marko Simic.