Kisruh KLB, Asprov PSSI Jambi Minta Polisi Tindak Pemalsu Tanda Tangan

Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) Jambi mendesak jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jambi untuk mengusut tuntas kasus pemalsuan tanda tangan satu orang komite eksekutif (exco) PSSI Jambi dan dua orang ketua klub anggota Asprov Jambi. Tanda tangan palsu dibuat dengan tujuan untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).

Sekretaris Umum (Sekum) Asprov PSSI Jambi, Reza mengatakan pihaknya telah melaporkan kasus dugaan pemalsuan tanda tangan atas surat mosi tidak percaya ke Mapolda Jambi beberapa waktu lalu. Ketua Umum Asprov Jambi, dr Medrin Joni sudah dipanggil penyidik Polda untuk diklarifikasi laporannya.

“Pak ketua kemarin sudah memberikan seluruh keterangannya kepada penyidik Polda Jambi yang menanggani kasus itu dan berharap polisi bisa dengan tuntas mengungkap kasus tersebut secara transparan kepada publik,” kata Joni seperti rilis yang diterima Liputan6.com.

Dalam kasus itu, pihak Asprov PSSI Jambi melaporkan oknum yang diduga kuat telah melakukan pemalsuan tanda tangan pada surat mosi tidak percaya kepada pengurus PSSI Jambi. Surat mosi tidak percaya bertujuan agar KLB bisa segera dilangsungkan dalam waktu dekat ini.

Reza menjelaskan, ada tiga orang tanda tangan yang dipalsukan tersebut semuanya exco PSSI Jambi, yakni atas nama Budiman dari PS Muaro Jambi, Arahman selaku Ketua Persijam Jambi dan Zainal Abidin selaku Ketua PSSI Kerinci pada surat mosi tidak percaya yang dikirimkan ke PSSI Jakarta.

Surat mosi tidak percaya yang dipalsukan tanda tangannya punya tujuan untuk menggelar KLB Provinsi. Tak lain, surat itu menginginkan adanya pergantian di kepengurusan Asprov PSSI Jambi saat ini.

Kisruh di internal organisasi PSSI Jambi ini berdampak terhadap kepengurusan dan program kerja PSSI Jambi yang akan dijalankan.

Pengurus PSSI di Jakarta sendiri sudah memastikan bakal menolak KLB Asprov PSSI Jambi. Soalnya, ada tiga Exco yang mencabut surat mandatnya karena diduga tanda tangan mereka dipalsukan sehingga kasus itu dilaporkan ke Polda Jambi untuk bisa diungkap kasus hukumnya.

“Meski sudah ada surat pembatalan resmi dari PSSI pusat terkait surat mosi tidak percaya tersebut, namun Asprov PSSI Jambi menyerahkan kasus dugaan pemalsuan tanda tangan tersebut secara hukum ke Polda Jambi,” kata Reza yang juga pengurus KONI Provinsi Jambi itu.