Skuad Persebaya Tetap Berlatih Maksimal Selama Ramadan

Memasuki Bulan Ramadan tak membuat persiapan Persebaya Surabaya mengendur. Skuad Green Force bakal kembali melakoni latihan pada Selasa (7/5) sore WIB. Meski mayoritas pemain tengah berpuasa, porsi latihan yang diberikan tak akan berkurang.

Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman memastikan intensitas latihan sama dengan hari biasa. Meski, ini adalah latihan perdana usai skuad libur selama tiga hari. Djanur – sapaan Djadjang Nurdjaman, menjelaskan latihan akan tetap digelar selama 90 menit. “Hanya jam latihan saja yang diganti,” kata pelatih asal Majalengka itu kepada Jawa Pos.

Biasanya, Green Force berlatih pada pukul 15.30 WIB. Nah, selama bulan Ramadan, latihan baru dimulai pukul 16.00 WIB. Artinya, latihan akan tuntas pada pukul 17.30 WIB atau tepat saat waktu berbuka puasa. Meski intensitas latihan tetap tinggi, Djanur yakin hal itu tak akan jadi masalah. “Saya rasa pemain bola sudah terbiasa dengan kondisi itu,” tambah pelatih 60 tahun itu.

Apalagi, dia memang punya alasan mengapa intensitas latihan tetap tinggi. Itu karena Persebaya akan melakoni jadwal sulit pada laga pembuka Liga 1 2019. Green Force akan bertandang ke Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, menantang Bali United (17/5). Djanur melihat Bali United adalah tim yang patut diwaspadai.

“Dari materi saja hampir semua pemain bintang. Kemudian pelatih baru, pasti ada semangat baru,” ujar Djanur.

Nah, latihan sore rencananya akan dijadikan jadwal utama selama bulan puasa. “Tapi tidak menutup kemungkinan ada latihan malam. Karena selama puasa kan jadwal mainnya malamn,” imbuh Djanur.

Meski berlatih saat tengah berpuasa, gelandang Persebaya, Fandi Eko Utomo mengaku tak masalah. “Meskipun puasa Insya Allah masih bisa semangat,” kata pemain 28 tahun itu.

Menurutnya, latihan sore malah memiliki keuntungan. Yang pertama, Fandi bisa fokus beribadah shalat tarawih pada malam harinya. “Enaknya juga kan kami bisa langsung buka (puasa) setelah latihan,” terang Fandi. Meski begitu, dia tetap siap jika akan ada latihan malam. “Karena kalau menurut saya latihan sore atau malam sama nyamannya,” ujarnya.

Sementara itu, Rendi Irwan beda lagi. Gelandang 32 tahun itu merasa cukup nyaman jika latihan dilakukan pada malam hari. “Karena kondisi kami lebih fresh setelah buka puasa,” kata Rendi kepada Jawa Pos.

Apalagi, memang dia terbiasa merasakan latihan malam saat bulan Ramadan musim lalu. “Kalau malam tenaga kami seakan ada tambahan karena tidak panas seperti sore hari,” ungkapnya. Meski begitu, Rendi tetap akan menikmati momen latihan pada sore hari. “Karena intinya latihan sore atau malam, kami harus siap,” tambah Rendi.