Stefano Cugurra Akui Pemain Bali United Hilang Konsentrasi Setelah Hukuman Penalti

Bali United harus mengubur impiannya lolos ke semi-final Piala Indonesia 2018/19. Kekalahan 1-0 yang didapatkan dari Persija Jakarta pada leg kedua babak delapan besar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Minggu (5/5) petang, yang jadi penyebabnya.

Ismed Sofyan menjadi penentu kelolosan Persija. Bek berusia 39 tahun tersebut mengukir namanya di papan skor lewat titik putih pada menit ke-58, setelah Brwa Nouri menyentuh bola dengan tangannya.

Sebetulnya, secara agregat Bali United dan Persija imbang 2-2. Namun, Macan Kemayoran berhak lolos karena pada leg pertama dapat mencetak satu gol di markas Serdadu Tridatu beberapa hari lalu.

Pelatih Bali United, Stefano Cugurra, menyebut timnya sebenarnya mampu mengimbangi permainan Persija. Akan tetapi, konsentrasi anak asuhannya hilang karena wasit memberikan penalti.

“Kami main bagus di Bali dan menang di sana. Kami hari ini di babak pertama juga bagus. Cuma saya pikir di babak kedua hakim garis kasih penalti, baru tim saya hilang konsentrasi dan emosi,” ucap pelatih yang akrab disapa Teco itu, selepas laga.

“Saya ucapkan selamat kepada Persija. Bagi kami Bali United untuk sekarang fokus di kompetisi saja,” tambah pelatih asal Brasil tersebut.

Sementara itu, bek Bali United, Leonard Tupamahu, tak bisa menutupi rasa kecewanya. Namun, dia merasa rekan setimnya sudah menampilkan seluruh permainan terbaik di laga tersebut.

“Selamat buat Persija. Kami respek karena bisa keluar dari tekanan yang luar biasa. Kami kecewa karena tidak bisa membuat suporter di sana (Bali) senang, tapi kami sebagai pemain harus siap segala hal,” ujar Leonard.