Resmi ke Persiba, Begini Rekam Jejak Gede Widiade di Sepak Bola Indonesia

Gede Widiade secara resmi mendapatkan saham mayoritas dari klub Indonesia. Kali ini, Gede resmi bergabung dengan klub asal Kalimantan, Persiba Balikpapan. Gede diumumkan mengelola Persiba pada Senin (29/4) lalu.

Sejak meninggalkan Persija Jakarta, Gede memang diisukan akan segera menyalurkan bakat bisnisnya di sepak bola lewat klub lain. Dia sempat diisukan akan mengakuisisi Sriwijaya FC meski akhirnya memilih Beruang Madu.

Persiba merupakan klub keenam Gede. Eksistensi Gede di sepak bola tanah air dimulai pada 2011-2012 kala ditunjuk menjadi CEO Persebaya 1927 atau Persebaya IPL. Dia menjabat sampai 2013 dan sukses mengantarkan Persebaya jadi runner-up IPL musim 2011.

Usai dari Persebaya, pria kelahiran Surabaya tersebut mengelola PS Mojokerto. Kabarnya, Gede membeli 90 persen saham di sana. Pada 2015, dia kembali ke Persebaya. Kembalinya dia mendapatkan banyak pertanyaan.

Bersamanya, Persebaya sempat berganti-ganti nama. Mulai dari Persebaya Surabaya United, Bonek FC, Surabaya United, hingga kini Bhayangkara FC yang sudah dimiliki Polri.

Meski kabarnya masih memegang saham di Bhayangkara FC, Gede kemudian mengumumkan diri menjadi Direktur Utama Persija Jakarta pada 2017 lalu. Bersamanya, Persija yang dalam beberapa tahun terakhir jadi tim yang babak belur soal keuangan, menjadi klub mandiri dan sehat.

Muara dari keuangan yang mulai sehat, tentu datangnya prestasi bagi tim ibu kota. Bersamanya, Persija sukses menjadi juara Liga 1 2018 dan Piala Presiden 2018. Dia kemudian mundur dengan alasan kebijakan pemegang saham.

Dalam kurun waktu bersama Persija, Gede juga ditunjuk jadi CEO Persika Karawang. Dia lantas menunjuk Ricky Nelson sebagai nakhoda klub tersebut di Liga 2.

Gede sempat berujar ingin istirahat usai menanggalkan jabatannya di Persija. Namun, dia akhirnya diumukan memiliki saham mayoritas bersama Persiba Balikpapan yang akan mengarungi Liga 2 2019.