Usai Terdepak dari Persib Bandung, Srdan Lopicic Buka Semuanya, Termasuk Soal Teror dan Ancaman

Srdan Lopicic resmi meninggalkan Persib Bandung dalam bursa transfer Liga 1 2019.

Manajemen Persib mengumumkan pencoretan Srdan Lopicic melalui laman resmi klub pada Rabu (24/4/2019).

Srdan Lopicic buka suara terkait pemutusan kerja sama dengan Persib Bandung tersebut saat wawancara dengan TribunJabar pada Kamis (25/4/2019).

Dalam wawancara itu, Srdan Lopicic mengungkapkan pendapatnya soal pemutusan kontrak oleh Persib.

Pemain asal Montenegro itu mengaku mengerti dengan situasi seperti itu.

“Saya mengerti situasi seperti ini. Tapi, tim ini belum komplit dan sudah banyak cacian, padahal ini baru free season, bukan kompetisi.”

“Banyak orang tidak mengerti, free season itu persiapan untuk Liga 1. Mungkin pelatih masih mau coba pemain dan taktik,” ujar Srdan Lopicic, dikutip dari BolaSport.com dari Tribun Jabar.

Mantan pemain Arema ini mengetahui adanya penolakan dari sebagian bobotoh.

Dia pun bertanya-tanya atas penolakan tersebut.

“Saya mengerti, kadang ada yang suka dan tidak suka.”

“Sebelum saya datang ke sini sudah ada penolakan. Kenapa?”

“Seharusnya dukung dulu, dan beri saya waktu. Tidak bisa seperti itu,” ujar Lopicic.

Penolakan Srdan Lopicic memang ramai diperbincangkan di media sosial.

“Ini bukan untuk semua Bobotoh. Tapi untuk satu kelompok Bobotoh saja.”

“Ada beberapa akun Instagram yang followersnya 1,5 juta langsung posting tolak Lopicic, saya jelek,” ujar Lopicic.

“Banyak orang yang tidak tahu alasannya, tapi ikut-ikutan.”

“Saya pernah tanya satu orang, alasannya kenapa (menolak saya), tapi dia tidak tahu, karena semua orang bicara Lopi out,” ujarnya.

Menurutnya, seharusnya suporter mendukung tim Persib, ketika pelatih telah memilih pemain.

“Kalau pelatih sudah pilih pemain, seharusnya suporter memberi dukungan.”

“Bukan untuk saya, dan juga bukan untuk pelatih. Tapi untuk tim, untuk Persib,” ujar Lopicic.

“Tidak bisa menilai pemain jelek. Seharusnya beri kesempatan dulu.”

“Tapi di sini, sebelum saya datang sudah ramai di media sosial tolak Lopi, tolak Lopi, kenapa?” ujarnya.

Lopicic menilai semua pemain harus mendapat kesempatan.

Tidak bisa pada satu laga langsung dinilai.

“Mereka (suporter) bicara soal kualitas, saya bermain lawan Persiwa Wamena di Cilacap saya baru melakukan pemanasan ada orang sudah teriak-teriak Lopi out bagaimana ini, semua pemain harus dikasih kesempatan.”

“Tidak bisa baru match pertama sudah bilang Lopi out,” ujarnya.

“Saya tidak merasa terganggu, cuma kaget. Saya ke Persib kasih 100 persen untuk tim ini dan mereka seperti itu (menolak).”

“Apalagi kita sedang free season, bagaimana ini belum Liga belum apa-apa.”

“Jadi saya pikir ini bukan bicara soal kualitas, tapi ada sesuatu yang lain di belakang, tapi sampai sekarang saya belum tahu apa sebabnya dan siapa orangnya.”

Lopicic pun memberikan klarifikasi soal isu kedekatannya dengan Miljan Radovic untuk dia bisa masuk ke skuat Persib.

Menurutnya, ia tiba di Persib karena manajemen bukan karena Radovic.

“Tidak, saya tahu memang dia dari Montenegro tapi sudah lama tidak ada kontak sama dia.”

“Saya datang ke sini karena manajemen, kalau mereka bilang saya datang karena dekat dengan Radovic, kenapa sekarang saya di buang di jalan sendiri, kenapa?,” ujarnya.

“Sekarang orang-orang di sosial media bikin nama saya hancur, seperti saya jelek sekali.”

“Saya bermain gelandang bertahan dan mencetak tiga gol tiga asist untuk Borneo.”

Lopicic menyebutkan sosok yang menginformasikan kalau dia akan dilepas, yakni salah satu petinggi Persib, Teddy Tjahjono.

“Saya ketemu dia di Jakarta sekitar tujuh hari yang lalu. Dia orang baik, oke saya bilang itu keputusan dari pelatih atau manajemen, tidak apa-apa, kalau itu terbaik untuk tim saya hormati,” ujar Lopicic.

“Manajemen juga kasihan kalau ada pemain yang terus diteror selama empat bulan, tapi saya tidak peduli saya kerja keras.”

“Tapi kasihan istri, saya kasihan keluarga saya di Montenegro. Bagaimana bisa mereka mengancam saya dan keluarga saya di Instagram.”

“Tapi saya tahu itu anak-anak, saya tidak peduli. Beda dengan istri saya, dia tidak bisa seperti itu,” ujarnya.

Lopicic mengungkapkan adanya ancaman kepada keluaraganya.

“Istri saya mengerti. Saya juga sedikit kecewa karena banyak orang yang menyerang istri saya ke media sosial Instagram, mereka bilang kasar dan mengancam keluarga saya.”

“Tapi ketika saya lihat akun (media sosial) mereka, itu anak-anak, remaja usia belasan tahun,” ujar Lopicic.

“Tapi ada juga yang mendukung saya, katanya jangan dengarkan Bobotoh memang seperti itu yang mengerti sepakbola pasti akan mendukung kamu.”

“Saya sudah delapan tahun bermain di sini dan saya tidak main di tim kecil, saya pernah bermain di tim-tim besar, saya bukan anonimus di sini,” ujarnya.

Akan tetapi bagaimana pun, Lopicic tetap berterima kasih kepada semua bobotoh yang telah mendukungnya selama ini.