Belum Ada Pemain Menonjol Dalam Seleksi Timnas U-19 Indonesia

Sudah sepekan pelatih Timnas Indonesia U-19 Fakhri Husaini melakukan seleksi terhadap 43 nama di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang untuk skuad Piala AFF U-19. Namun, dia masih belum melihat pemain yang diidam-idamkannya. Belum ada yang dinilai maksimal dalam seleksi.

Alasannya karena grogi. Maklum, 43 nama itu saling bersaing untuk berebut masuk dalam skuad Timnas U-19 Indonesia. Fakhri memaklumi hal tersebut. Sebab, rata-rata usia mereka 17 hingga 18 tahun. Sedikit belum siap untuk seleksi yang cukup menentukan karir mereka di masa depan. “Ya, wajahnya tegang-tegang. Tidak santai dan tenang. Tapi tidak masalah lama-lama terbiasa, ini seleksi,” tuturnya.

Karena itu, pria yang mempersembahkan gelar juara bagi Merah Putih di Piala AFF U-16 tahun lalu itu sedikit memberi waktu kepada 43 nama tersebut dalam beradaptasi. Dia sadar, tidak bisa memaksakan pemainnya. Memberi waktu agar kualitas terbaiknya keluar.

Nah, hal tersebut dilakukan karena Fakhri melihat ada semangat untuk terus menunjukkan diri. Dia terus menggembleng pemainnya dengan latihan fisik yang berat. Meski banyak yang kekelahan, Fakhri menilai mereka tetap berusaha semaksimal mungkin. Meski banyak yang akhirnya tumbang dan cedera, tetap bersikeras ingin ikut seleksi agar bisa berkostum Merah Putih.

Meski belum maksimal, Fakhri mengatakan sudah melihat beberapa potensi. Bahkan, kerangka Timnas U-19 dikatakan sudah dikantongi. Tinggal menambah beberapa pemain yang saat ini sedang berguru di Inggris bersama Garuda Select. “Ada beberapa pemain yang peluangnya besar masuk tim. Kami lihat dahulu perkembangannya,” ungkapnya.

Yang jelas, pria 53 tahun itu punya beberapa syarat jika para pemain ingin masuk dalam skuad. Selain teknik dan skill di lapangan plus fisik yang prima, salah satu yang paling terpenting adalah mental. Tidak hanya berbicara mental dalam menghadapi tekanan pertandingan, juga mental dalam menghormati keputusan wasit dan lawan.

Oleh karena itu, Fakhri sempat mengultimatum pemain Persib Bandung, Beckham Putra atas sikapnya ketika melawan Borneo FC pada perempat final leg pertama Piala Indonesia 2018-2019 pada 24 April kemarin. Beckham terlihat mendorong wasit ketika melakukan protes. Sebuah sikap yang sangat dibenci oleh mantan manajer Bontang FC itu.