Pelatih Timnas Wanita Indonesia Pantau Gelaran Piala Pertiwi

Gelaran Piala Pertiwi 2019 yang merupakan ajang penting bagi para pemain sepak bola wanita dari setiap daerah untuk menujukkan kemampuan terbaiknya jadi perhatian pelatih timnas wanita Indone, Rully Nere.

Penyelenggaraan Piala Pertiwi yang dimulai dari babak playoff hingga putaran final yang berlangsung di lapangan NYTC, Sawangan, Depok, Jawa Barat ini pun tak luput dari pantauan Tim Kepelatihan Tim Nasional Wanita Indonesia.

Pelatih timnas Wanita, Rully Nere beserta Asisten pelatih Yopie Riwoe dan Haryono sebagai pelatih kiper datang dan memantau setiap pertandingan yang digelar untuk menjaring pemain-pemain yang memiliki potensi untuk memperkuat skuat Garuda Pertiwi.

“Saya bersama tim kepelatihan Timnas Wanita memang datang kesini untuk memantau pemain-pemain yang turun pada kompetisi Piala Pertiwi. Disini kami bisa melihat secara jelas dari setiap tim yang turun, mana saja pemain yang pantas masuk Tim Nasional. Ada beberapa yang saya rasa pantas diberikan kesempatan untuk ikut seleksi,” katanya Rully Nere seperti dilansir laman resmi pssi.

Rully menambahkan adanya regulasi tentang pembatasan usia pada kompetisi Piala Pertiwi 2018 yakni tentang batas usia maksimal 27 tahun bagi pemain yang diturunkan menjadi suatu regulasi yang positif. Pasalnya dengan begitu banyak pemain muda yang bisa di proyeksikan untuk memperkuat Timnas dalam jangka panjang.

“Pembatasan usia ini memang bagus sekali, dengan begitu banyak pemain usia muda yang diberikan kesempatan untuk bermain dan berkembang. Kita harus lihat proyeksi ini untuk Timnas jangka panjang, jadi tidak ada masalah dengan pembatasan usia ini. Yang penting kompetisinya ada sehingga memudahkan kami untuk memantau dan menyeleksi pemain,” tutupnya

Hal senada juga diungkapkan Asisten Pelatih Timnas Yopie Riwoe. Menurut Yopie, keberadaan Piala Pertiwi sangat membantu untuk menyaring pemain untuk memperkuat Timnas.

“Jelas ini memudahkan tim kepelatihan dalam melihat dan menyeleksi pemain untuk skuat Timnas. Disini kita akhirnya dapat melihat dengan jelas kemampuan dan potensi dari setiap individu yang bisa kita olah menjadi satu kesatuan tim,” pungkasnya.