Madura United Menanti Penjadwalan Ulang yang Tidak Memberatkan Klub

Dua leg babak 8 besar Kratingdaeng Piala Indonesia 2018/19 antara Persebaya dan Madura United (24 dan 30 April 2019) dipastikan tak mendapatkan izin keamanan dari pihak kepolisian. Pasalnya, saat ini aparat keamanan sedang fokus mengamankan rangkaian Pilpres dan Pileg.

“Penundaan hingga selesainya masa pengamanan tahapan di tingkat Kabupaten. Kami masih konsultasikan dengan PSSI terhadap apa yang terjadi dalam masa persiapan pelaksanaan pertandingan Piala Indonesia ini,” kata Haruna Soemitro, Manajer Madura United di situs resmi klub.

Kini Haruna sedang menunggung langkah pasti dari PSSI untuk menjadwalkan ulang babak 8 besar itu. Namun, ia sedikit waswas karena ke depannya Liga 1 2019 sudah bergulir.

Manajemen Madura United khawatir jika nantinya jadwal Piala Indonesia dan Liga 1 tidak ideal untuk tim. Satu tantangan lain adalah adanya Bulan Ramadhan di bulan depan.

“Kami sudah sampaikan kondisi ini kepada PSSI dan kami berharap proses penjadwalan ulang akomodatif. Dalam artian tidak memberatkan klub dalam menghadapi Ramadhan dan kompetisi Liga 1,” tutur Haruna lagi.

Sementara itu, Haruna pun berharap di masa datang sepak bola bisa sebagai alat pemersatu. Tidak seperti ini diposisikan sebagai ancaman dari situasi kemananan nasional.

“Meskipun sebetulnya semua pihak harus menempatkan sepakbola sebagai alat pemersatu bangsa di tengah panasnya situasi akibat polarisasi election,” ucapnya.