Sulitnya Jadi Kapten, Cerita Bintang Muda Indonesia dari Akademi Italia

Ratusan anak bahkan ribuan anak di penjuru Indonesia memimpikan bisa berlatih atau bahkan berkarier di Eropa. Perlahan tapi pasti, sebagian anak sudah mewujudkannya.

Salah satu yang telah meraih mimpinya itu adalah Emir Eranoto Dipasena. Lewat program Talent Identification Program (TIP), Emir dikirim ke ISM Academy di Perugia, Italia lewat agen pemain berbendera fruitysoccer.

Di ISM Academy, remaja berusia 18 tahun itu adalah satu-satunya orang Indonesia saat ini. Rekan-rekannya berasal dari belahan dunia lain.

Lewat ISM, EMir dkk. akan dikirim ke berbagai klub untuk menjalani trial. Harapnnya, anggota ISM bakal direktur tim-tim profesional Italia.

Namun sebelum “laku”, anggota ISM terus berlatih menempa diri di bawah didikan Eropa. Di momen itulah sosok Emir mendapat perhatian lebih. Ia dianggap cocok memerankan kapten di tim tersebut.

Bagi Emir, tugas yang dibebankannya itu bukanlah tugas enteng. “Memimpin tim dengan 10 pemain yang memiliki perbedaan kewarganegaraan, kebudayaan, dan juga bahasa saja sulit rasanya, padahal itu baru 10 pemain yang memiliki perbedaan,” tutur Emir lewat caption di unggahan instagram miliknya.

Ternyata, unggahannya itu dikaitkan dengan momen Pemilu di Indonesia. Caption itu masih berlanjut dengan dibandingkan memimpin negara.

“Bagaimana dengan memimpin satu Indonesia yang memiliki ribuan bahkan jutaan keberagaman dan perbedaan? Bukan pekerjaan yang mudah pastinya. Tapi siapa pun nantinya yang terpilih menjadi Presiden RI ki semua tetap harus bersatu, tidak terpecah belah, dan juga berjuang bersama membantu kemajuan bangsa dan negara Republik Indonesia,” tulisnya melanjutkan.

Sementara itu, saat sudah berlatih di ISM sejak September 2018, perspektif Emir akan sepak bola pun meluas. Ia semakin sadar kalau sepak bola bisa dijadikan alat pemersatu bangsa dan antarbangsa.

“Sepak bola bukan cuma sekedar permainan. Di sepak bola kita menemukan kekeluargaan, kedisplinan, dan kecerdasan. Segala yang dibutuhkan di dunia nyata ada di sepak bola,” ucap Emir lewat vidio di instagram fruitysoccer.

“Sepak bola bisa mengubah dunia. Karena apa? Karena menurut saya sepak bola bisa menyatukan semua. Saya di sini, Italia, orang Indonesia sendiri. Tapi temen saya ada dari India, Amerika, dan Venezuela. Bahasa, ras, kulit, bukan masaah. Yang penting bagaimana kita bisa bersatu dalam sepak bola,” kata Emir lagi